Sandy Walsh dan Pratama Arhan Jadi Harapan Terakhir Indonesia di Liga Champions Asia

Sandy Walsh dan Pratama Arhan Jadi Harapan Terakhir Indonesia di Liga Champions Asia

Oleh : andika

Glitik - Sandy Walsh dan Pratama Arhan kini menjadi dua nama terakhir yang merepresentasikan Indonesia di kompetisi antarklub paling bergengsi Asia musim ini. Setelah langkah Persib Bandung terhenti, harapan publik sepak bola nasional bertumpu pada kiprah dua pemain tersebut di level tertinggi dan kedua Asia.

Sandy Walsh memperkuat Buriram United di ajang Liga Champions Asia Elite. Sementara Pratama Arhan membela Bangkok United dalam kompetisi Liga Champions Asia Two.

Situasi ini terjadi setelah Persib Bandung gagal melangkah ke babak delapan besar Liga Champions Asia Two. Persib harus mengakui keunggulan Ratchaburi dengan agregat 1-3 dalam dua pertemuan kandang dan tandang. Hasil tersebut memastikan tidak ada lagi klub Indonesia yang tersisa di kompetisi Asia musim ini.

Sandy Walsh dan Buriram United memastikan tempat di babak 16 besar Liga Champions Asia Elite setelah finis di peringkat keempat zona timur. Buriram mengoleksi 14 poin dari delapan pertandingan. Rinciannya adalah empat kemenangan, tiga hasil imbang, dan satu kekalahan. Konsistensi itu menjadi modal penting menghadapi fase gugur.

Di babak 16 besar, Buriram akan menghadapi Melbourne City.

Leg pertama dijadwalkan berlangsung pada 3 Maret, sedangkan leg kedua digelar 10 Maret. Laga ini diprediksi berjalan ketat mengingat kedua tim sama-sama tampil stabil di fase grup.

Sementara itu, Pratama Arhan bersama Bangkok United sukses melangkah ke babak perempat final Liga Champions Asia Two. Bangkok United menyingkirkan Macarthur FC dengan agregat 4-2 dari dua pertandingan. Produktivitas lini serang menjadi kunci keberhasilan mereka.

Pada babak delapan besar, Bangkok United akan menghadapi Tampines Rovers. Klub asal Singapura tersebut sebelumnya keluar sebagai juara Grup A yang dihuni wakil Korea Selatan, Thailand, dan Filipina. Pertemuan ini diperkirakan menjadi ujian berat bagi Arhan dan rekan-rekannya.

Kini, publik menantikan sejauh mana Sandy Walsh dan Pratama Arhan mampu membawa nama Indonesia di pentas Asia. Meski tidak membela klub dalam negeri, kontribusi keduanya tetap menjadi simbol eksistensi pemain Indonesia di kompetisi elite benua. Peluang menciptakan kejutan masih terbuka lebar jika keduanya mampu menjaga performa dan konsistensi tim masing-masing.