Presiden Prabowo Umumkan Reshuffle Kabinet: Lima Menteri Diganti, Bentuk Kementerian Haji dan Umrah
Glitik – Presiden Prabowo Subianto resmi melakukan reshuffle kabinet dengan mengganti lima posisi menteri serta membentuk satu kementerian baru. Perombakan ini diumumkan di Istana Negara pada Senin (8/9) sebagai langkah memperkuat kinerja pemerintahan di periode 2024–2029.
Dalam reshuffle tersebut, sejumlah nama baru masuk ke jajaran kabinet, sementara beberapa kementerian digabung untuk meningkatkan efektivitas. Berikut daftar menteri yang diganti dan para penggantinya:
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam)
Menteri lama: Budi Gunawan
Menteri baru: Sjafrie Sjamsoeddin (merangkap sebagai Menteri Pertahanan)
Menteri Keuangan (Menkeu)
Menteri lama: Sri Mulyani Indrawati
Menteri baru: Purbaya Yudhi Sadewa (sebelumnya Ketua Dewan Komisioner LPS)
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora)
Menteri lama: Dito Ariotedjo
Menteri baru: Puteri Anetta Komarudin (politisi Partai Golkar)
Menteri Koperasi
Menteri lama: Budi Arie Setiadi
Menteri baru: Maman Abdurrahman (juga menjabat Menteri UMKM setelah penggabungan dua kementerian)
Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI)
Menteri lama: Abdul Kadir Karding
Menteri baru: Mukhtarudin (politisi Partai Golkar)
Selain perombakan tersebut, Presiden Prabowo juga membentuk Kementerian Haji dan Umrah, yang bertugas khusus menangani pelayanan ibadah haji dan umrah bagi masyarakat Indonesia. Posisi menteri perdana di kementerian baru ini dipercayakan kepada Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan), yang sebelumnya menjabat Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji).
Presiden menegaskan reshuffle ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kabinet agar lebih adaptif terhadap tantangan global sekaligus meningkatkan pelayanan publik.
“Perubahan ini adalah langkah strategis untuk memastikan pemerintah bekerja lebih efektif, transparan, dan mampu memberikan hasil nyata bagi rakyat,” ujar Prabowo dalam keterangannya.