Hector Souto Sensasi: Bisa Raih Trofi Ketiga Lawan Iran di Final Piala Asia Futsal

Hector Souto Sensasi: Bisa Raih Trofi Ketiga Lawan Iran di Final Piala Asia Futsal

Oleh : iTheoS

Glitik - Hector Souto menjadi sorotan utama di Timnas Futsal Indonesia. Pelatih asal Spanyol ini sudah mengoleksi dua trofi sejak 2024. Kini, ia berpeluang tambah trofi ketiga di final Piala Asia Futsal 2026.

Timnas Futsal Indonesia mencatat sejarah besar.

Souto membawa skuad Merah Putih ke final untuk pertama kalinya. Ini setelah menang 5-3 atas Jepang di semifinal pada Kamis, 5 Februari 2026.

Kemenangan itu menyingkirkan raksasa Jepang. Indonesia unggul telak meski Jepang tim kuat. Prestasi ini buktikan kemampuan Souto tingkatkan performa tim.Final Piala Asia Futsal digelar di Indonesia Arena. Pertandingan lawan Iran pada Sabtu, 7 Februari 2026 malam WIB. 

Iran juara bertahan dengan 13 gelar sejak 1999.Iran dikenal penguasa futsal Asia. Mereka dominan puluhan tahun. Namun, Indonesia punya kans besar ciptakan kejutan.Laga ini mirip David lawan Goliath. 

Indonesia tak gentar. Ribuan suporter siap dukung penuh di stadion.Sejak Souto tangani Timnas Futsal Indonesia pada 2024, penampilan tim naik drastis. Dua trofi jadi bukti nyata. Publik harap trofi ketiga segera diraih.

Gelar pertama Souto adalah Piala AFF Futsal 2024 di Thailand. Indonesia tampil sempurna dari fase grup. Mereka hajar tuan rumah Thailand 5-1 di semifinal.

Di final, Indonesia kalahkan Vietnam 2-0. Prestasi ini raih gelar juara AFF pertama. Souto tunjukkan strategi brilian.Satu tahun kemudian, SEA Games 2025 jadi trofi kedua. Indonesia puncak grup dengan sembilan poin dari empat laga. 

Mereka unggul selisih gol atas Thailand.Indonesia kalah tipis 0-1 dari Vietnam. Tapi bangkit hajar Thailand 6-1 di laga emas. Thailand juara bertahan lima edisi sebelumnya.

Dua gelar ini perkuat reputasi Souto. Ia pelatih handal di futsal Indonesia. Kini, tantangan Iran jadi ujian terberat.

Indonesia siap rebut gelar Piala Asia pertama. Souto yakin timnya kompetitif. Dukungan suporter tambah semangat.

Prestasi Souto patut diapresiasi. Dari nol jadi dua trofi dalam dua tahun. Final melawan Iran jadi momen bersejarah.