Bitcoin Anjlok Tajam ke Rp1,01 Miliar, Pasar Kripto Panik!

Bitcoin Anjlok Tajam ke Rp1,01 Miliar, Pasar Kripto Panik!

Oleh : iTheoS

Glitik - Bitcoin anjlok ke level terendah US$60.299, setara Rp1,01 miliar. Kejadian ini terjadi baru-baru ini. 

Pedagang kripto banyak melepas posisi hedging mereka. Hal ini berpotensi ubah dinamika pasar jangka panjang.Kedaluarsa kontrak opsi Bitcoin capai US$2,2 miliar. 

Ethereum ikut expire senilai US$419 juta. Total kedua aset terbesar ini lebih dari US$2,6 miliar. Data ini tunjukkan aktivitas besar di pasar derivatif.Repositioning pedagang kripto sedang berlangsung. 

Volatilitas naik tajam. Trader lindungi portofolio mereka. Analis di Greeks catat pergerakan ini jelas.“Kisaran US$60.000 jadi zona konsolidasi sebelum reli Trump,” tulis analis Greeks. 

Dukungan harga di level itu relatif kuat. Penurunan tajam bisa jadi peluang beli. Kutipan ini dari BeinCrypto, Jumat (6/2/2026).

Harga Bitcoin pulih sedikit ke US$65.774 atau Rp1,1 miliar pukul 13.20 WIB. Tapi bayang kejatuhan masih ada. Fear and Greed Index hanya 5 dari 100. 

Indeks ini ukur sentimen pasar kripto dari CoinMarketCap.Indeks 100 artinya optimisme penuh. Angka 0 berarti pesimis total. Skor 5 tunjukkan ketakutan ekstrem. 

Pelaku pasar kian hati-hati. Bitcoin tinggalkan level tertinggi (ATH) Oktober lalu.Valuasi total aset kripto tetap kuat di US$1,7 triliun. 

Meski Bitcoin dan altcoin turun. Bloomberg News catat harga sempat US$60.033. Ini level terendah sejak Oktober 2024.Penurunan ini karena ketegangan geopolitik global. 

Pasar keuangan terguncang. “Ketakutan dan ketidakpastian jelas,” kata Chris Newhouse dari Ergonia. Tanpa pembeli yakin, penarikan ETF dan likuidasi terus.Shiliang Tang dari Monarq Asset Management bilang pasar hadapi “krisis kepercayaan”. 

Alex Kuptsikevich dari FxPro sebut level ini jadi resistensi kuat Maret-Oktober 2024. Minat pemburu diskon muncul.

Bitcoin gagal jadi safe haven. Pedagang ragu. Situasi ini beri pelajaran bagi investor kripto. Pantau terus pergerakan harga.