Saham BUMI Kembali Jadi Sorotan, Ini Fundamental, Target Harga, hingga Prospek Dividen 2025

Saham BUMI Kembali Jadi Sorotan, Ini Fundamental, Target Harga, hingga Prospek Dividen 2025

Oleh :

Glitik - Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali mencuri perhatian pelaku pasar modal Indonesia. Emiten batu bara yang berada di bawah kelompok Bakrie dan Salim ini kerap menjadi bahan diskusi, baik saat mengalami lonjakan harga maupun ketika mengalami tekanan jual. Dalam beberapa tahun terakhir, pergerakan saham BUMI dinilai cukup dinamis dan sarat spekulasi, namun tetap menyimpan daya tarik tersendiri bagi investor.

Sepanjang periode pemulihan pasar, saham BUMI sempat naik hingga 206%, mencerminkan optimisme pasar terhadap perbaikan kinerja keuangan perseroan.

Meski demikian, volatilitas masih kerap terjadi, membuat sebagian investor memilih strategi buy on weakness saat harga saham BUMI mengalami koreksi.

BUMI Dilepas Bertahap Investor China, Sinyal Profit Taking atau Peluang Baru Saham Batu Bara?

Kinerja Keuangan BUMI Jadi Perhatian Investor

Dari sisi fundamental, laporan keuangan BUMI kuartal III (Q3) menjadi salah satu indikator utama yang dicermati. Kinerja operasional Bumi Resources menunjukkan upaya konsisten dalam menjaga arus kas, menurunkan beban utang, serta meningkatkan efisiensi produksi batu bara.

Namun, laporan keuangan tersebut juga memperlihatkan bahwa kinerja saham BUMI masih sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas global dan sentimen pasar terhadap sektor energi. Tak heran jika dalam beberapa fase, saham BUMI turun terus, sebelum akhirnya kembali mengalami rebound.

Target Harga BUMI dan Isu Dividen 2025

Sejumlah pelaku pasar menyebut target harga saham BUMI di level Rp380 sebagai area optimistis dalam jangka menengah, seiring membaiknya fundamental perusahaan. Meski demikian, target saham BUMI tersebut tetap bergantung pada stabilitas laba dan kondisi makroekonomi.

Isu dividen BUMI 2025 juga mulai mencuat. Investor berharap dividen saham BUMI dapat kembali dibagikan secara berkelanjutan, seiring membaiknya neraca keuangan perseroan. Namun hingga kini, manajemen belum memberikan kepastian resmi terkait besaran maupun waktu pembagian dividen.

Lo Kheng Hong dan Kepemilikan Saham BUMI

Nama Lo Kheng Hong kerap dikaitkan dengan saham-saham berfundamental kuat, termasuk Bumi Resources. Meski tidak selalu muncul dalam daftar pemegang saham utama, ketertarikan investor legendaris terhadap saham berbasis aset besar seperti BUMI menjadi sentimen tersendiri di pasar.

Saham BUMI: Dari Spekulasi Kilat hingga Investasi Jangka Panjang, Intip Rahasia Para Investor!

Adapun struktur pemegang saham BUMI masih didominasi oleh kelompok Bakrie dan Salim, yang menjadi pengendali utama perseroan. Kepemilikan ini dinilai memberikan stabilitas dari sisi manajemen, meskipun pasar tetap mencermati transparansi dan tata kelola perusahaan.

Pergerakan Saham BUMI di IHSG

Dalam konteks IHSG, pergerakan saham BUMI sering kali menjadi barometer sentimen sektor tambang. Saat harga batu bara menguat, saham BUMI cenderung ikut terdorong. Sebaliknya, ketika tekanan datang, saham BUMI juga rentan mengalami koreksi tajam.

Meski sempat mengalami fase saham BUMI turun, minat investor ritel terhadap emiten BUMI masih cukup tinggi. Hal ini terlihat dari tingginya volume transaksi harian, terutama saat muncul sentimen positif terkait kinerja keuangan atau prospek dividen.

Prospek Saham BUMI ke Depan

Ke depan, prospek saham BUMI Resources Tbk akan sangat ditentukan oleh konsistensi kinerja keuangan, kebijakan dividen, serta kondisi pasar komoditas global. Bagi investor, memahami fundamental saham BUMI menjadi kunci sebelum mengambil keputusan, terutama di tengah volatilitas pasar yang masih tinggi.

Dengan karakteristik pergerakan harga yang agresif, saham BUMI dinilai lebih cocok bagi investor yang memahami risiko dan memiliki strategi yang matang, baik untuk jangka pendek maupun jangka menengah.