BUMI Dilepas Bertahap Investor China, Sinyal Profit Taking atau Peluang Baru Saham Batu Bara?

BUMI Dilepas Bertahap Investor China, Sinyal Profit Taking atau Peluang Baru Saham Batu Bara?

Oleh : iTheoS

Glitik - Menjelang akhir 2025, pergerakan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menarik perhatian pelaku pasar. Bukan tanpa alasan, salah satu pemegang saham asingnya, Chengdong Investment Corporation, tercatat melakukan aksi jual saham secara bertahap sepanjang Desember 2025.

Manajemen BUMI mengungkapkan, Chengdong anak usaha China Investment Corporation (CIC) melakukan penjualan saham sebanyak 21 kali transaksi dalam periode 1–22 Desember 2025. 

Total saham yang dilepas mencapai 3,71 miliar lembar, sebuah angka yang cukup signifikan untuk diperhatikan investor.

Dari sisi harga, aksi jual tersebut dilakukan di rentang yang cukup lebar. Harga terendah Rp238 per saham terjadi pada 5 Desember 2025 untuk sekitar 207 juta saham. 

Sementara itu, harga tertinggi Rp388 per saham tercatat pada 22 Desember 2025 saat Chengdong melepas 50,8 juta saham. Dari rangkaian transaksi ini, Chengdong diperkirakan mengantongi dana sekitar Rp1,03 triliun.

Saham BUMI: Dari Spekulasi Kilat hingga Investasi Jangka Panjang, Intip Rahasia Para Investor!

Setelah aksi tersebut, porsi kepemilikan Chengdong di BUMI turun sekitar 1%, dari 6,99% menjadi 5,99%. Artinya, meski ada pengurangan kepemilikan, Chengdong masih tercatat sebagai salah satu pemegang saham penting BUMI, dengan sisa kepemilikan lebih dari 22,27 miliar saham yang disimpan melalui HSBC Fund Services.

Bagi pebisnis dan investor pasar modal, langkah ini bisa dibaca dari berbagai sudut. Di satu sisi, aksi jual bertahap sering kali diartikan sebagai profit taking, terutama setelah harga saham bergerak di level tertentu. 

Di sisi lain, pelepasan saham yang dilakukan secara terukur juga bisa mencerminkan strategi penyesuaian portofolio, bukan semata-mata sinyal negatif terhadap fundamental perusahaan.

BUMI sendiri masih menjadi salah satu emiten batu bara yang aktif dipantau pasar, terutama di tengah dinamika harga komoditas dan arah kebijakan energi global. 

IHSG Jeblok 0,25%! Tapi 5 Saham Meledak 29% ARA – Buruan Masuk ATAP & MGNA Sebelum Auto Reject!

Bagi investor, peristiwa ini bisa menjadi momen evaluasi: apakah tekanan jual justru membuka peluang akumulasi, atau menjadi sinyal untuk bersikap lebih defensif.

Seperti biasa, keputusan investasi tetap menuntut kehati-hatian. Membaca aksi korporasi, memahami struktur pemegang saham, serta mencermati kinerja fundamental menjadi kunci bagi pebisnis dan investor dalam menentukan langkah di saham BUMI ke depan.

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.