Zangi: Aplikasi Pesan Pribadi dengan Keamanan Tinggi dan Kontroversinya dalam Kasus Narkoba Lapas
Zangi: Aplikasi Pesan Pribadi dengan Keamanan Tinggi dan Kontroversinya dalam Kasus Narkoba Lapas
Zangi adalah aplikasi pesan privat yang dirancang dengan tingkat keamanan tinggi untuk menjaga privasi penggunanya. Berbeda dengan aplikasi pesan populer lainnya, Zangi memungkinkan pengguna melakukan pendaftaran tanpa nomor telepon, menawarkan enkripsi end-to-end dengan standar militer AES-GCM 256, sehingga pesan, panggilan suara, dan video hanya dapat diakses oleh pengirim dan penerima.
Kelebihan lain aplikasi ini adalah kemampuannya memberikan kualitas komunikasi yang baik meski dengan koneksi internet yang lemah, serta kebijakan tidak menyimpan data pengguna di server pihak ketiga. Karena sifatnya yang anonim dan sulit dilacak, Zangi sering dijadikan pilihan oleh mereka yang mengutamakan privasi.
Namun, keunggulan dalam keamanan dan anonimitas ini juga membuka peluang pengemudian. Baru-baru ini, aplikasi Zangi menjadi sorotan setelah dipublikasikan dalam jaringan peredaran narkoba di dalam Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Salemba, Jakarta Pusat.
Dalam kasus ini, mantan aktor Ammar Zoni ditangkap bersama lima orang lainnya atas dugaan menjadi bagian jaringan distribusi narkotika jenis sabu dan tembakau sintetis di dalam lapas. Penyudik menemukan bahwa Ammar Zoni dan rekan-rekannya menggunakan aplikasi Zangi untuk berkomunikasi agar menghindari deteksi aparat keamanan.
Berdasarkan hasil penyidikan, Ammar Zoni berperan sebagai penampung narkoba dari sumber di luar lapas, yang kemudian narkotika tersebut diserahkan dan diedarkan di dalam lapas kepada tahanan lainnya.
Para penjaga menggunakan telepon genggam dan aplikasi Zangi untuk mengatur transaksi secara rahasia. Kasus ini mengungkap bagaimana teknologi digital, yang seharusnya melindungi privasi pengguna dengan baik, juga bisa dimanfaatkan oleh jaringan kriminal untuk melakukan aktivitas ilegal secara lebih sulit dilacak oleh pihak berwajib.
Kejadian ini memberikan pelajaran penting tentang perlunya pengawasan yang lebih ketat dalam penggunaan teknologi di lingkungan, pelestarian dan penegakan hukum yang tegas terhadap perlindungan teknologi untuk tujuan kejahatan.
Sementara itu, aplikasi Zangi sebagai alat komunikasi yang mengedepankan anonimitas dan enkripsi end-to-end tetap menjadi pilihan bagi pengguna yang membutuhkan privasi maksimal, tetapi harus digunakan secara bijak agar tidak dimanfaatkan oleh pihak jahat.