Wisata Halal di Lembah Gumanti: Menjaga Marwah Adat di Tengah Arus Pariwisata Modern

Wisata Halal di Lembah Gumanti: Menjaga Marwah Adat di Tengah Arus Pariwisata Modern

Oleh : iTheoS

Wisata Halal di Lembah Gumanti: Menjaga Marwah Adat di Tengah Arus Pariwisata Modern

Oleh : Redaksi

Dalam upaya memperkuat penerapan wisata halal di Sumatera Barat, Pemerintah Kabupaten Solok menekankan pentingnya menjaga legalitas dan ketertiban administrasi pengunjung di kawasan wisata, terutama di Danau Kembar, Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti.

Kawasan ini dikenal memiliki nilai budaya dan adat yang kuat, dengan falsafah hidup “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK)” yang telah menjadi pedoman masyarakat setempat sejak lama. 

Oleh karena itu, setiap aktivitas wisata di daerah ini diharapkan tetap mencerminkan akhlak, sopan santun, dan budi pekerti luhur yang menjadi ciri khas masyarakat Minangkabau.

Pemerintah daerah bersama pelaku usaha pariwisata setempat diminta untuk menjaga citra positif pariwisata halal, salah satunya dengan memastikan setiap tamu penginapan tercatat secara resmi dan memiliki identitas yang jelas. 

Hal ini sekaligus menjadi bentuk pengawasan agar tidak terjadi pelanggaran norma sosial maupun adat di lingkungan wisata.

“Kawasan Danau Kembar bukan hanya menawarkan keindahan alam, tapi juga mencerminkan nilai-nilai budaya dan agama yang melekat di masyarakat Lembah Gumanti. Karena itu, setiap pengunjung dan pemilik penginapan harus menghormati aturan dan adat yang berlaku,” ujar seorang tokoh masyarakat setempat, Kamis (9/10).

Ia menambahkan, pengelola penginapan diimbau untuk tertib administrasi, memantau tamu yang datang, serta memastikan kegiatan wisata berlangsung sesuai dengan prinsip wisata halal dan norma adat.

Langkah ini sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menjadikan daerah ini sebagai ikon wisata halal nasional. 

Sebelumnya, Gubernur Mahyeldi Ansharullah juga menekankan bahwa pengembangan wisata halal di Sumbar harus memberi manfaat bagi masyarakat, sekaligus menjaga marwah daerah yang dikenal religius dan berbudaya tinggi.

Selain menjaga moralitas dan keamanan, penerapan sistem administrasi yang tertib di penginapan juga diharapkan dapat membantu pemerintah dalam mendata jumlah wisatawan yang datang ke kawasan Danau Kembar, sekaligus mendorong peningkatan kualitas layanan wisata di Solok.

Dengan kombinasi keindahan alam, kekuatan adat, dan nilai religius, Danau Kembar di Alahan Panjang diyakini mampu menjadi destinasi unggulan wisata halal yang tidak hanya memikat wisatawan domestik, tetapi juga wisatawan mancanegara yang ingin merasakan suasana wisata yang beretika, berbudaya, dan menenteramkan.