WIFI Anjlok 15% ke ARB! Shannedy: "Bukan Krisis, Ini Modal Panen Raya Rp1T+ Bersama NTT East!
Glitik - PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) merespons anjloknya saham hingga batas auto reject bawah (ARB) 14,82% ke level Rp3.620 pada perdagangan Jumat (12/12/2025). Direksi Shannedy Ong menegaskan, penurunan ini bukan karena melemahnya fundamental bisnis, melainkan penyesuaian pasar sementara akibat perubahan struktur modal untuk ekspansi agresif.
"Pasar bereaksi pada tekanan laba sesaat, tapi investasi ini pondasi panen raya pendapatan kuartal mendatang," ujar Shannedy di Jakarta, Senin (15/12/2025). Ia mengajak investor fokus pada proyeksi jangka panjang, di mana aset tumbuh 4 kali lipat, didukung pendanaan besar dan mitra global seperti NTT East.
Kinerja Keuangan Q3-2025 Melejit
WIFI catatkan lonjakan luar biasa per 30 September 2025 (mengutip laporan BEI):
- Laba bersih pemilik entitas induk: Naik 71,03% jadi Rp260,09 miliar (dari Rp152,07 miliar).
- Laba bersih non-kontrol: Melonjak jadi Rp70,09 miliar (dari Rp6,56 miliar).
- Laba per saham dasar: Rp105,54 (dari Rp64,54).
- Pendapatan usaha bersih: +100,9% jadi Rp1,01 triliun (dari Rp504,95 miliar).
- Laba bruto: +124,16% jadi Rp689,48 miliar.
- Laba usaha: +127,18% jadi Rp574,24 miliar.
- Laba sebelum pajak: +127,77% jadi Rp409,85 miliar.
- Laba neto periode berjalan: +108,13% jadi Rp330,18 miliar.
Total aset: Meledak 331,32% jadi Rp12,54 triliun (dari Rp2,907 triliun per Desember 2024).
Beban pokok pendapatan terkendali di Rp325,42 miliar, beban umum/administrasi Rp155,42 miliar, dan pendapatan lain-lain Rp40,18 miliar. Penghasilan keuangan naik jadi Rp40,21 miliar, meski biaya keuangan Rp204,59 miliar dan pajak Rp79,67 miliar.
Katalisator dari Kemitraan NTT East
Kerja sama dengan raksasa telekomunikasi Jepang NTT East sebagai pemegang saham anak usaha (IJE) sejak Juli 2025 disebut Shannedy sebagai "validasi jangka panjang". Sinergi operasional, transfer teknologi, dan efisiensi jaringan butuh inkubasi 6-12 bulan untuk impact bottom line. "Ini katalisator pertumbuhan, bukan suntikan dana sesaat," tegasnya. Pasar belum sepenuhnya apresiasi valuasi ini, tapi prospek cerah untuk profitabilitas jangka panjang.
Investor disarankan pantau fundamental kuat WIFI di tengah koreksi wajar ini.