Waspada! Penyebab dan Cara Deteksi Awal Henti Jantung Mendadak pada Orang Sehat
Glitik - Kejadian orang yang tampak sehat tiba-tiba meninggal dunia kerap terjadi di Indonesia. Salah satu penyebab utamanya adalah henti jantung atau cardiac arrest. Kondisi ini sangat serius dan bisa menyerang siapa saja, bahkan tanpa tanda-tanda sebelumnya.
Menurut Dr. dr. M Yamin, SpJP(K), SpPD, FACC, FSCAI, FAPHRS, FHRS, spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari Braveheart - Brawijaya Hospital Saharjo, kematian akibat henti jantung mendadak dapat terjadi setelah muncul gejala seperti nyeri dada, jantung berdebar, atau kehilangan kesadaran. Namun, henti jantung juga bisa terjadi tiba-tiba tanpa keluhan sama sekali.
Henti jantung mendadak didefinisikan apabila seseorang yang terlihat sehat dalam 24 jam terakhir tiba-tiba meninggal dunia tanpa sebab jelas. Gejala muncul dalam waktu singkat, kadang bahkan tanpa peringatan.
Faktor risiko utama meliputi riwayat serangan jantung sebelumnya dan riwayat keluarga yang memiliki anggota meninggal mendadak di bawah usia 40 tahun, biasanya akibat kelainan listrik jantung yang bersifat genetik.
Untuk mendeteksi gejala henti jantung, seseorang bisa waspada terhadap tanda-tanda seperti:
- Rasa tidak nyaman atau nyeri di dada
- Jantung berdebar tidak teratur atau sangat cepat
- Sesak napas atau sulit bernapas
- Pingsan atau kehilangan kesadaran mendadak
- Tubuh terasa lemas atau lunglai
Jika ditemukan gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera konsultasi ke dokter jantung untuk evaluasi lebih lanjut dan deteksi adanya kelainan bawaan atau predisposisi henti jantung.
Selain itu, menjaga kesehatan jantung dapat dilakukan dengan rutin cek kesehatan, menghindari stres berlebihan, konsumsi makanan bergizi, olahraga teratur, dan menghindari faktor risiko seperti merokok atau konsumsi alkohol berlebihan.
Dengan mengenali tanda-tanda awal serta faktor risiko henti jantung dan deteksi dini kelainan jantung genetik, tindakan pencegahan dan penanganan bisa lebih efektif untuk mengurangi risiko kematian mendadak.