Ulasan Gerhana Bulan Total 7-8 September 2025

Ulasan Gerhana Bulan Total 7-8 September 2025

Oleh : dhiwa

Glitik - Gerhana bulan total pada 7-8 September 2025 merupakan salah satu fenomena astronomi yang menarik perhatian dunia, sering disebut sebagai "Blood Moon" karena bulan akan tampak berwarna merah keperakan saat berada di dalam bayangan umbra Bumi. 

Ini adalah gerhana bulan total terpanjang sejak tahun 2022, dengan durasi keseluruhan mencapai 5 jam 27 menit, dan fase totalitas (ketika bulan sepenuhnya tertutup bayangan Bumi) berlangsung selama 1 jam 22 menit. Magnitudo umbra mencapai 1.3638, menandakan gerhana yang cukup dalam. 

Waktu dan Fase Gerhana

Gerhana ini terjadi pada malam hari 7 September hingga dini hari 8 September 2025 (waktu setempat bervariasi). Berdasarkan waktu UTC:Mulai penumbra (bayangan luar): 15:28 UTC (7 September).
Mulai umbra (bayangan inti): 16:41 UTC.
Mulai totalitas: 18:11 UTC.
Puncak gerhana: 18:41 UTC.
Akhir totalitas: 19:41 UTC.
Akhir umbra: 20:55 UTC.
Akhir penumbra: 22:08 UTC (8 September). 

Di Indonesia, gerhana ini akan terlihat mulai sekitar pukul 22:28 WIB pada 7 September, dengan puncak sekitar pukul 01:41 WIB pada 8 September, dan berakhir pukul 05:08 WIB. 

 Secara global, durasi totalitas sekitar 1 jam 22 menit, sementara keseluruhan acara berlangsung 3 jam 29 menit untuk fase umbra. 

Visibilitas dan LokasiGerhana ini dapat diamati dari sekitar 85% populasi dunia, terutama di wilayah Australia, Asia (termasuk Indonesia, India, China, Jepang), Afrika, Eropa, dan sebagian Samudra Pasifik Barat serta Samudra Hindia. 

 Tidak terlihat dari Amerika Utara atau Selatan, kecuali sebagian kecil di Amerika Selatan. 

 Di Eropa dan Afrika, gerhana akan terlihat pada malam hari, sementara di Asia dan Australia pada dini hari. Antarctica juga akan menyaksikan sebagian dari fenomena ini. 

 Untuk visibilitas optimal, pastikan langit cerah dan hindari polusi cahaya kota.Fenomena IlmiahGerhana bulan terjadi ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan, sehingga bayangan Bumi menutupi Bulan. Pada fase total, cahaya Matahari yang melewati atmosfer Bumi difilter, membuat Bulan tampak merah (efek Rayleigh scattering, mirip dengan sunset). 

 Bulan ini juga merupakan Full Corn Moon, menambah keunikan astronomi. 

 Secara astrologi Vedic, gerhana ini berada di rasi Aquarius (Purva Bhadrapada Nakshatra), dengan Bulan bersama Rahu, yang diyakini memengaruhi emosi, ekonomi, politik, dan masyarakat. 

2 sources

 Beberapa prediksi menyebutkan potensi perubahan mendadak dalam hubungan atau karir, disertai energi positif dari aspek Jupiter. 

Dampak Budaya dan RitualDi berbagai budaya, gerhana bulan sering dikaitkan dengan mitos dan ritual. Dalam astrologi, disarankan melakukan meditasi atau puasa selama gerhana untuk menghindari energi negatif. 

 Di media sosial seperti X (Twitter), banyak pengguna berbagi prediksi, seperti dampak pada masyarakat global atau ritual pelindung. 

 Secara ilmiah, gerhana aman diamati tanpa alat khusus, berbeda dengan gerhana matahari.Cara MengamatiUntuk menyaksikan, cukup lihat ke langit malam dengan mata telanjang atau binokular. Jika cuaca buruk, saksikan live stream dari situs seperti NASA atau TimeandDate. Ini adalah kesempatan langka untuk mengapresiasi keindahan alam semesta, meski hanya terjadi dua kali pada 2025. 

Secara keseluruhan, gerhana ini tidak hanya menawarkan tontonan visual yang memukau, tapi juga mengingatkan kita pada posisi Bumi di tata surya. Jangan lewatkan jika Anda berada di wilayah visibilitas!