Tol Trans Sumatera Pekanbaru–Padang: Lebih dari Sekadar Beton, Ini Kisah di Balik Percepatan Pembangunan Sumbar

Tol Trans Sumatera Pekanbaru–Padang: Lebih dari Sekadar Beton, Ini Kisah di Balik Percepatan Pembangunan Sumbar

Oleh : dhiwa

Glitik - Sudah tujuh tahun lamanya proyek jalan tol Trans Sumatera ruas Pekanbaru–Padang, Sumbar berjalan, namun perjalanan pembangunan panjang ini bukan sekadar menumpuk aspal dan membentangkan beton. Di balik gelombang alat berat dan debu pembangunan, ada cerita penting tentang bagaimana budaya dan masyarakat berperan sebagai kunci mempercepat kemajuan.

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy , yang memimpin rapat lanjutan proyek ini, mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan ini bergantung pada pendekatan yang tidak hanya teknis semata, tetapi juga sangat sosial dan budaya. Menurut Vasko, proyek tol sepanjang 255 kilometer ini harus jadi bagian dari kehidupan masyarakat Minangkabau, bukan menjadi beban yang terasa asing.

“Orang Minang itu tidak sulit,” penuh keyakinan, “asalkan kita tahu cara mendekatinya dengan benar. Jika komunikasi berjalan baik, mereka justru akan menjadi mitra terbaik dalam pembangunan ini.”

Rapat yang digelar di Istana Gubernuran Sumbar ini mempertemukan sejumlah pejabat tinggi daerah dan pihak PT Hutama Karya, pelaksana proyek strategis nasional. Mereka bersama-sama menggali solusi agar penyelesaian ruas tol yang kini memasuki tahapan kedua ini bisa rampung dalam waktu tiga hingga empat tahun ke depan.

Vasko menegaskan bahwa keterlambatan selama ini menjadi pelajaran berarti. “Pembangunan ini sudah berjalan lama, tapi jangan sampai pengalaman ini diulang. Kita harus kerja bareng, paham kondisi sosial, dan mencari alternatif trase yang seimbang antara teknis dan sosial,” ujarnya.

Lebih dari itu, pembangunan ini harus mencerminkan keselarasan dengan adat dan kearifan lokal. Menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Pemprov Sumbar dan seluruh pihak untuk menyelaraskan proyek besar ini dengan karakter masyarakat setempat. “Pertimbangan sosial jangan sampai menjadi penghambat,” tambah Vasko, “justru di situlah solusi terbaik harus lahir.”

Dukungan penuh dari jajaran pemerintahan daerah semakin menambah semangat pihak pelaksana. Vice President Divisi Perencanaan PT Hutama Karya, Dhono Nugroho, mengungkapkan optimisme serupa, terima kasih atas sinergi dan dorongan dari Pemprov Sumbar yang menjadi motor penggerak proyek percepatan.

Tol Trans Sumatera Pekanbaru–Padang juga mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat, termasuk Presiden Prabowo Subianto, sebagai bagian dari 50 Proyek Strategis Nasional yang diamanatkan dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Tahun 2025.

Proyek sepanjang lebih dari 255 kilometer ini terpecah dalam beberapa segmen yang melintasi wilayah Sumbar, menghubungkan kota dan kabupaten, sekaligus membuka potensi ekonomi yang besar bagi daerah. Namun, di balik angka dan rencana trase, ada cerita manusia tentang bagaimana adat, budaya, dan gotong royong menjadi landasan bagi pembangunan yang berkelanjutan.

Di sinilah letak kekuatan sesungguhnya: menjadikan masyarakat bukan hanya penonton, tetapi pelaku utama dari perubahan besar yang diharapkan dapat membuka cakrawala baru bagi Sumatera Barat dan Indonesia.