“Tangis Perpisahan Sri Mulyani, Optimisme Baru Purbaya: Lahirnya Babak Baru Ekonomi Indonesia”

“Tangis Perpisahan Sri Mulyani, Optimisme Baru Purbaya: Lahirnya Babak Baru Ekonomi Indonesia”

Oleh : ekachn

Glitik – Momen haru menyelimuti Aula Mezzanine, Gedung Djuanda, Kementerian Keuangan, Selasa (9/9), saat Sri Mulyani Indrawati resmi menyerahkan tongkat estafet jabatan Menteri Keuangan kepada Purbaya Yudhi Sadewa

Sertijab ini bukan hanya seremoni formal, melainkan penanda berakhirnya era panjang kepemimpinan Sri Mulyani dan dimulainya babak baru pengelolaan fiskal Indonesia dinera Purbaya.

Sri Mulyani: Permintaan Maaf dan Warisan Stabilitas

Dalam pidato perpisahannya, Sri Mulyani tak kuasa menahan haru. Ia meminta maaf atas segala kekurangan selama hampir satu dekade memimpin Kemenkeu.

“Tidak ada gading yang tak retak, tidak ada manusia yang sempurna. Dengan rendah hati saya mohon maaf,” ucap Sri Mulyani disambut tepuk tangan hangat ratusan pegawai Kemenkeu.

Selama kepemimpinannya, Sri Mulyani dikenal sebagai sosok reformis yang membawa disiplin fiskal, menghadapi badai pandemi COVID-19, hingga menjaga stabilitas keuangan di tengah ketidakpastian global.

Purbaya Yudhi Sadewa: Ekonom Tegas dengan Visi Pertumbuhan Tinggi

Kini, estafet kepemimpinan dipegang oleh Purbaya Yudhi Sadewa, mantan Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang juga ekonom kawakan. Dilantik Presiden Prabowo Subianto sehari sebelumnya, Purbaya langsung menyampaikan visi ambisiusnya:

“Pertumbuhan ekonomi 8 persen bukan hal mustahil. Kita akan bekerja keras dengan sinergi pemerintah dan sektor swasta untuk mewujudkannya.”

Purbaya, yang dikenal lugas dan penuh keyakinan, menekankan pentingnya memacu investasi, menjaga disiplin fiskal, dan membangun iklim ekonomi yang berpihak pada pertumbuhan inklusif.

Transisi Strategis: Dari Stabilitas ke Ambisi

Sertijab ini menjadi simbol transisi strategi besar: dari stabilitas dan reformasi ala Sri Mulyani menuju ambisi pertumbuhan tinggi yang diusung Purbaya. Publik pun menaruh harapan besar agar perubahan kepemimpinan ini mampu menjawab tantangan fiskal sekaligus membuka jalan menuju Indonesia Emas 2045.

Para pegawai Kemenkeu menyambut hangat keduanya dengan air mata perpisahan untuk Sri Mulyani, sekaligus optimisme untuk langkah baru bersama Purbaya.