Surge (WIFI) Geber Saham Telko 2025! Internet Rakyat Target 20 Ribu Titik 2030

Surge (WIFI) Geber Saham Telko 2025! Internet Rakyat Target 20 Ribu Titik 2030

Oleh : dhiwa

Glitik - Pasar saham teknologi Indonesia, terutama subsektor telekomunikasi, panas sepanjang 2025 berkat proyek Internet Rakyat yang dorong pemerataan akses internet ke desa terpencil. Emiten PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge jadi bintangnya, didukung investor besar seperti Hashim S Djojohadikusumo, Arwin Rasyid, dan Fadel Muhammad, lewat PT Investasi Sukses Bersama yang pegang 50,37% saham. Laba bersih Surge bahkan melejit 71% YoY per September 2025, capai miliaran rupiah berkat ekspansi jaringan. 

Awal Mula Internet Rakyat: Dari Janji ke Realisasi

Proyek ini lahir dari visi Surge bawa internet murah kelas menengah bawah pakai 5G Fixed Wireless Access (FWA) Open RAN spektrum 1,4 GHz. Pra-komersialisasi akhir 2025, full komersial awal 2026 dengan target 20 ribu titik jaringan sampai 2030. Hingga November 2025, sudah 15.000+ titik WiFi aktif di seluruh Indonesia, mulai dari fasilitas publik seperti sekolah dan puskesmas via BAKTI Kominfo serta Satelit SATRIA-1. Pemprov Sumut pun siapkan WiFi gratis bertahap sampai 2030 di 33 kabupaten/kota. 

Kinerja Surge (WIFI): Saham Terbang, Analis Sarankan Beli

Saham WIFI sudah terbang 468% sejak awal 2025, didorong laba bersih 2024 yang naik 295% jadi Rp231 miliar. Per Q3/2025, Direktur Utama Yune Marketatmo bilang ini hasil investasi sadar buat skala pasar dan monetisasi pelanggan. Enam analis kasih rekomendasi "buy" dengan target harga Rp4.000-Rp9.500, potensi upside gede buat investor! 

Kemitraan Strategis: Surge x FiberHome Percepat 5G FWA

Surge gandeng FiberHome Telecommunication akhir 2025 buat percepat 5G FWA spektrum 1,4 GHz, pertama di dunia! Prioritas Jawa (permintaan tinggi), plus Maluku-Papua (kesenjangan digital). Teknologi FiberHome unggul cakupan luas, efisiensi energi, dan adaptasi padat pengguna, bikin broadband terjangkau cepat nyebar. Ini lengkapi ekosistem Internet Rakyat bareng Starlink dan ISP lokal. 

Dampak Besar: Tutup Digital Divide Indonesia

Internet Rakyat bukan cuma koneksi, tapi booster UMKM desa, pendidikan online, dan telemedisin, potensi jangkau 40 juta user dalam 5 tahun. Tantangan seperti geografis ekstrem dan listrik belum stabil diatasi via satelit LEO (plug-and-play tanpa galian). Buat investor, WIFI jadi primadona telko 2026, pantau terus update komersialisasi!