Sumbar Butuh Rp20 Triliun! PWI Desak Pemerintah Percepat Bantuan Pascabencana

Sumbar Butuh Rp20 Triliun! PWI Desak Pemerintah Percepat Bantuan Pascabencana

Oleh : iTheoS

Glitik - Kepedulian terhadap kondisi pascabencana di Sumatera Barat semakin menguat, seiring lambannya bantuan dan proses rehabilitasi yang sangat bergantung pada pemerintah pusat. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumbar, melalui Gubernur Mahyeldi Ansharullah, memberikan desakan tegas agar penyaluran bantuan segera dipercepat dan ditingkatkan.

Ketua PWI Sumbar Widya Navies, bersama Dewan Penasehat Asril Chaniago dan jajaran pimpinan media, mengunjungi Gubernur Sumbar untuk memberikan dukungan moral kepada Pemprov dalam mempercepat pengajuan dan realisasi bantuan bagi korban.

Dihadapan Pengurus PWI, Gubernur Mahyeldi memaparkan rencana teknis rehabilitasi jangka pendek hingga panjang dengan estimasi kebutuhan dana sekitar Rp15 sampai Rp20 triliun. “Angka ini disesuaikan dengan kerusakan parah dan jumlah warga yang kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian,” terang Buya Mahyeldi.

Data resmi per 8 Desember 2025 mencatat kerugian akibat bencana hidrometeorologi di Sumbar menembus Rp1,8 triliun, dengan 234 korban meninggal dan 95 orang masih hilang. Sebanyak 247.762 orang terdampak, termasuk 20.474 jiwa yang mengungsi akibat banjir bandang, galodo, dan longsor.

Rincian kerusakan hunian mencakup 5.290 rumah rusak ringan, 983 rusak sedang, 1.629 rusak berat, 38.900 unit terendam banjir, dan 755 unit hanyut atau hilang. Fasilitas umum yang terdampak antara lain 153 rumah ibadah, 66 fasilitas kesehatan, 28 kantor pelayanan publik, dan 170 sekolah.

Kerusakan prasarana vital juga parah, meliputi 172 titik jalan rusak, 46 jembatan, serta 135 titik fasilitas telekomunikasi lumpuh, menghambat distribusi bantuan dan akses ke wilayah terdampak.

Upaya penanganan masih terus berjalan, melibatkan Pemprov Sumbar, BNPB, TNI, Polri, Basarnas, dan lembaga lainnya yang fokus pada pencarian korban hilang, penyaluran logistik, dan perbaikan akses transportasi. Namun sejumlah daerah masih berstatus tanggap darurat, sementara masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung beberapa hari ke depan.

Informasi terkini bencana dapat diakses melalui dashboardbencana.sumbarprov.go.id