Situs Magang Hub Kemnaker Sempat Error, Tapi Peluang Magang Bergaji UMR Masih Terbuka untuk 20 Ribu Lulusan Baru

Situs Magang Hub Kemnaker Sempat Error, Tapi Peluang Magang Bergaji UMR Masih Terbuka untuk 20 Ribu Lulusan Baru

Oleh : ekachn

Glitik – Situs resmi pendaftaran Program Pemagangan Nasional milik Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) di maganghub.kemnaker.go.id dilaporkan mengalami gangguan hari ini. Sejumlah calon peserta mengeluhkan sulitnya mengakses laman tersebut sejak pagi.

Meski demikian, pendaftaran masih tetap dibuka hingga 12 Oktober 2025, sehingga peserta diimbau tidak panik atau tergesa-gesa. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli meminta para calon peserta untuk melakukan pengecekan berkala di situs resmi jika mengalami kendala akses.

“Tidak perlu terburu-buru. Waktu pendaftaran masih panjang sampai tanggal 12 Oktober,” kata Yassierli dalam keterangannya, Selasa (7/10/2025).

Kuota Besar dan Gaji Setara Upah Minimum

Pada tahap pertama ini, Kemnaker membuka 20.000 kuota magang untuk lulusan Diploma dan Sarjana yang telah lulus maksimal satu tahun sebelumnya. Peserta yang lolos akan ditempatkan di berbagai perusahaan besar, baik BUMN maupun swasta nasional, dengan uang saku setara upah minimum provinsi (UMP).

Selain uang saku, peserta juga akan mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan, meliputi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), yang langsung dibiayai pemerintah. Pembayaran dilakukan melalui bank-bank Himbara.

Sebagai gambaran, UMP 2025 di beberapa provinsi mencakup:

DKI Jakarta: Rp5.396.761

Jawa Timur: Rp2.305.985

Sumatera Barat: Rp2.994.193

Kalimantan Timur: Rp3.579.314

Papua: Rp4.285.850

Proses Seleksi dan Mekanisme Pendaftaran

Pendaftaran program magang ini dilakukan sepenuhnya secara daring melalui platform SIAPKerja di laman maganghub.kemnaker.go.id.

1–7 Oktober 2025: Pendaftaran untuk perusahaan penyelenggara.

7–12 Oktober 2025: Pendaftaran untuk calon peserta.

13–14 Oktober 2025: Seleksi oleh perusahaan.

Menaker menegaskan bahwa seleksi peserta dilakukan langsung oleh perusahaan, bukan oleh Kemnaker. Setiap peserta dapat memilih maksimal tiga posisi magang dari perusahaan berbeda.

“Yang menentukan siapa yang lolos adalah perusahaan, bukan Kemnaker,” ujar Yassierli menegaskan.

Jembatan dari Kampus ke Dunia Kerja

Program Magang Hub Kemnaker dirancang untuk menjembatani dunia pendidikan tinggi dengan industri kerja nyata, sehingga lulusan baru bisa memperoleh pengalaman profesional sebelum benar-benar memasuki pasar tenaga kerja.

Untuk memastikan keabsahan data peserta, Kemnaker juga akan melakukan verifikasi data dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kementerian Diktisaintek).

Akan Ada Batch Lanjutan

Yassierli mengungkapkan, program ini merupakan Batch I dari rencana panjang pembukaan Magang Hub Nasional. Jika antusiasme masyarakat tinggi, batch berikutnya akan segera dibuka setelah evaluasi bersama lintas kementerian.

“Kami ingin memastikan setiap lulusan punya kesempatan untuk menimba pengalaman di dunia kerja, bukan sekadar mencari gelar,” pungkasnya.