SHOCKING! TikTok Jual 45% Saham AS ke Oracle & Teman, ByteDance Cuma Sisa 20% - Trump Menang Besar?

SHOCKING! TikTok Jual 45% Saham AS ke Oracle & Teman, ByteDance Cuma Sisa 20% - Trump Menang Besar?

Oleh : iTheoS

Glitik - TikTok akhirnya mencapai kesepakatan bombastis untuk menyerahkan sebagian besar operasi bisnisnya di Amerika Serikat kepada kelompok investor lokal. 

Dilansir Tech Crunch pada Jumat (20/12/2025), kesepakatan ini membentuk usaha patungan bernama TikTok USDS Joint Venture LLC, seperti diungkap dalam memo internal CEO ByteDance, Shou Chew. 

Langkah ini menjadi kemenangan besar bagi pemerintah AS yang lama khawatir soal keamanan data dari perusahaan induk China tersebut.Kelompok investor AS yang berkuasa terdiri dari raksasa komputasi awan Oracle, perusahaan ekuitas swasta teknologi Silver Lake, serta MGX, badan investasi Abu Dhabi spesialis AI. 

Mereka akan menggenggam 45% saham operasi TikTok di AS, sementara ByteDance hanya mempertahankan hampir 20% kepemilikan. 

Entitas baru ini akan mengawasi semua aspek krusial seperti perlindungan data pengguna, keamanan algoritma rekomendasi, moderasi konten, dan jaminan perangkat lunak harian.

Oracle secara khusus ditunjuk sebagai mitra keamanan utama, bertanggung jawab atas audit dan validasi kepatuhan terhadap standar keamanan nasional pasca-transaksi. 

Mitra tepercaya lainnya akan ikut memastikan tidak ada celah spionase. Kesepakatan ini dijadwalkan efektif 22 Januari 2026, selaras dengan perintah eksekutif Presiden Donald Trump yang ditandatangani September lalu, yang secara eksplisit menyetujui penjualan operasi TikTok ke tangan investor Amerika.

Latar belakang kesepakatan ini tak lepas dari friksi geopolitik AS-China. Trump sendiri mengklaim Presiden Xi Jinping memberi lampu hijau, menyusul kesepakatan awal bilateral soal TikTok. Sebelumnya, ByteDance enggan ungkap detail, hanya menegaskan komitmen mematuhi hukum AS agar 170 juta pengguna TikTok di sana tetap bisa scrolling tanpa hambatan. 

Pemerintah AS sejak 2020 mendorong pemisahan bisnis ini, mengutip risiko akses data sensitif oleh Beijing.

Dampaknya masif bagi ekosistem digital global. Bagi TikTok, ini berarti kontrol lebih longgar dari ByteDance, potensial tingkatkan kepercayaan advertiser AS yang ragu karena isu privasi, seperti kasus Cambridge Analytica dulu. 

Oracle dan Silver Lake bisa monetisasi AI TikTok untuk cloud computing, sementara MGX bawa expertise AI Timur Tengah. 

Namun, ByteDance tetap pegang pengaruh minor, memicu spekulasi apakah ini benar-benar "pemisahan total" atau sekadar reorganisasi.

Secara keseluruhan, kesepakatan ini bisa jadi preseden bagi tech China lain seperti WeChat atau Huawei di pasar Barat. Bagi Indonesia, yang punya 100 juta+ pengguna TikTok, ini sinyal positif stabilitas platform, mungkin dorong ekspansi konten lokal dan e-commerce. Pantau terus, karena 2026 bakal jadi tahun baru era TikTok global.