Revitalisasi Surau di Era Modern: Menjaga Warisan, Menyiapkan Generasi

Revitalisasi Surau di Era Modern: Menjaga Warisan, Menyiapkan Generasi

Oleh :

Revitalisasi Surau di Era Modern: Menjaga Warisan, Menyiapkan Generasi

Oleh: Muhammad Fawzan

Fungsi surau dalam masyarakat Minangkabau modern bukan lagi hanya nostalgia sejarah, ia adalah potensi sosial yang bisa dihidupkan kembali untuk menjawab krisis karakter generasi muda. Surau bukan lembaga usang, melainkan wadah dinamis untuk membentuk manusia yang religius, cerdas, dan berbudaya.

Makna Filosofis Surau

Surau merepresentasikan prinsip adat “adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah”. Artinya, agama dan adat harus berjalan beriringan. Surau tidak memisahkan iman dan ilmu, tapi menyatukannya dalam praktik hidup. Di sinilah para pemuda belajar untuk menjadi pribadi yang sabar, sopan, dan bertanggung jawab.

Revitalisasi Fungsi Sosial

Agar tetap relevan, surau perlu diperluas perannya. Ia bisa menjadi tempat literasi, pelatihan ekonomi kreatif, bahkan pusat riset budaya. Program pembelajaran agama bisa disandingkan dengan penguatan soft skills, kepemimpinan, kewirausahaan, dan teknologi. Konsep “Surau Digital” yang mulai muncul di beberapa nagari adalah langkah konkret agar nilai lama bisa hidup di ruang baru.

Kolaborasi Adat, Ulama, dan Pemerintah

Revitalisasi tidak mungkin berjalan sendiri. Diperlukan kolaborasi antara ninik mamak, ulama, akademisi, dan pemerintah daerah. Setiap pihak punya peran, ulama menjaga nilai, adat menjaga jati diri, dan pemerintah memberi fasilitas. Dengan sinergi ini, surau bisa menjadi “pusat energi sosial” yang menyatukan tradisi dan kemajuan.

Harapan ke Depan

Mas’ud Zein mengingatkan bahwa tantangan terbesar surau adalah menjaga relevansinya di tengah budaya global. Namun, selama nilai yang diajarkan tetap berpijak pada keseimbangan antara ilmu, iman, dan adat, surau akan terus menjadi simbol keutuhan Minangkabau. Ia bukan sekadar bangunan tua, tetapi ruang spiritual yang membentuk manusia berkarakter dan berakar budaya.