Putra Gubernur Sumbar Taufiqur Rahman Pimpin PSI Sumbar, Langkah Berani yang Guncang Peta Politik Daerah
Glitik – Dunia politik Sumatera Barat tengah dihebohkan dengan kabar terpilihnya Taufiqur Rahman, putra sulung Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sumbar.
Penunjukan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep. Pengumuman resmi dilakukan saat konsolidasi DPP PSI di Jakarta, Rabu (15/10/2025).
Pada hari yang sama, Taufiq membagikan foto kebersamaannya dengan Kaesang dan Sekjen PSI Raja Juli Antoni melalui media sosial resminya, sebagaimana dikutip dari akun resmi PSI, Kamis (16/10/2025).
Secara organisatoris, pergantian kepemimpinan partai merupakan hal biasa. Namun, penunjukan Taufiq menimbulkan sorotan tajam dan perdebatan publik, mengingat ayahnya, Mahyeldi, merupakan Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Sumbar sekaligus tokoh sentral partai tersebut di tingkat daerah.
Langkah Taufiq dinilai menabrak tradisi politik PKS, di mana selama ini anak kader inti biasanya mengikuti jejak politik orang tuanya. Tak sedikit pula yang kemudian meneruskan peran di partai yang sama.
Karena itu, keputusan Taufiq bergabung dan bahkan memimpin PSI partai yang kerap dianggap berseberangan secara ideologis dengan PKS dipandang sebagai tindakan berani sekaligus kontroversial.
Hingga kini, PSI belum pernah meraih kursi legislatif di Sumatera Barat, baik pada Pemilu 2019 maupun 2024. Kehadiran Taufiq sebagai figur muda diharapkan mampu memecah kebuntuan politik dan menjadi momentum baru menuju Pemilu 2029.
Namun langkah ini hampir pasti menimbulkan reaksi beragam, baik dari kalangan internal PKS maupun masyarakat yang menilai keputusan tersebut sebagai bentuk “pembelotan politik”.
Sejumlah pengamat menilai, Mahyeldi dan keluarganya tak perlu terpancing menanggapi kritik, karena politik sering kali soal pilihan dan keberanian mengambil jalan berbeda.
Fenomena ini juga dibaca sebagai tanda pergeseran politik generasi muda di Sumatera Barat. Selama satu dekade terakhir, peta politik di provinsi ini relatif stagnan, sementara pengaruh politik nasional seperti gaya kepemimpinan Jokowi belum sepenuhnya diterima masyarakat setempat.
Dengan demikian, langkah Taufiqur Rahman bergabung ke PSI dianggap sebagai upaya mendobrak tradisi lama dan membuka babak baru politik Sumbar.
Meski menuai pro-kontra, keputusan ini mencerminkan lahirnya generasi politik baru yang berani keluar dari bayang-bayang partai lama dan mencoba memberi warna baru dalam dinamika politik daerah.
sumber : indeksnews