Polisi Sinyalir Ada Sindikat Penculikan Anak Lintas Daerah, ini Salah satunya

Polisi Sinyalir Ada Sindikat Penculikan Anak Lintas Daerah, ini Salah satunya

Oleh : dhiwa

Glitik - Polisi berhasil mengungkap kasus penculikan balita perempuan bernama Bilqis (4) yang hilang selama enam hari di Taman Pakui Sayang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Dalam pengungkapan ini, empat pelaku ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka, yaitu SY (30) warga Makassar, NH (29) warga Sukoharjo, MA (42) warga Merangin, dan AS (36) warga Merangin.

Keempat tersangka Penculik diperlihatkan dalam konferensi pers di Mapolrestabes Makassar, Jalan Ahmad Yani, pada Senin (10/11/2025). Mereka mengenakan baju tahanan oranye, berdiri membelakangi kamera dengan wajah tertutup masker. Tiga pelaku perempuan berambut panjang, dua di antaranya pirang, sementara tersangka pria berambut pendek hitam. Mereka tampak menunduk dengan tangan terikat borgol plastik sebelum digiring menuju ruang tahanan.

Kapolda Sulsel Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan, "Dari proses penyelidikan Polrestabes, kita amankan empat tersangka." Ia menegaskan bahwa polisi langsung merespon laporan orang tua korban dengan membentuk tim khusus yang mengejar pelaku hingga keluar daerah. "Kami perintahkan Kapolrestabes, ini bentuk tanggung jawab kami sebagai pelindung masyarakat. Kejar sampai dapat, ke ujung dunia pun kita kejar," ujarnya. Djuhandhani menambahkan, "Jangan coba-coba pulang ke Makassar kalau pelaku penculikan dan korban belum ditemukan."

Berkat kerja sama antara Polrestabes Makassar dan Ditkrimum Polda Sulsel, Bilqis ditemukan dalam kondisi selamat di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, pada Sabtu (8/11/2025) malam. Sebelumnya, dia dilaporkan hilang saat bermain di Taman Pakui Sayang, Kecamatan Panakkukang, pada Minggu (2/11/2025) pagi. Setelah enam hari pencarian intensif, polisi berhasil melacak korban di luar provinsi. Ayah Bilqis, Dwi Nur Mas alias Dimas (34), menyampaikan, "Ditemukan di Jambi, alhamdulillah dalam keadaan sehat dan selamat."

Saat ini, polisi masih mendalami motif dan jaringan di balik penculikan ini, termasuk kemungkinan adanya perdagangan anak lintas daerah.

sumber : indeksnews