Polemik Ijazah Jokowi: Roy Suryo Klaim Bukti Kuat, Publik Menanti Verifikasi Hukum

Polemik Ijazah Jokowi: Roy Suryo Klaim Bukti Kuat, Publik Menanti Verifikasi Hukum

Oleh : ekachn

Glitik - Pakar telematika Roy Suryo bersama sejumlah tokoh terus menggali dugaan kejanggalan terkait ijazah Presiden Joko Widodo dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Ketegangan soal keaslian dokumen akademik ini makin intens setelah klaim baru mengenai keabsahannya bermunculan.

Pemerhati sosial dan politik Sugiyanto memberikan apresiasi atas upaya Roy Suryo dkk. Ia berpendapat, jika kelak terbukti terdapat ketidakabsahan atau manipulasi pada ijazah Jokowi, maka mereka pantas disebut pahlawan dalam membela hak publik dan menegakkan supremasi hukum. Namun, Sugiyanto juga mengingatkan pentingnya keterbukaan dan kesiapan diuji bagi pejabat negara bila dokumen tersebut sah.

Selain Roy Suryo, beberapa tokoh lain juga mengkritisi dugaan ijazah palsu Jokowi, termasuk pakar forensik digital Rismon Hasiholan Sianipar, ilmuwan media sosial Tifauzia Tyassuma (Dokter Tifa), politikus senior PDIP Beathor Suryadi, serta pengamat kebijakan publik Bonatua Silalahi.

Dalam perkembangan terbaru, Roy Suryo mengungkap telah menerima salinan ijazah Jokowi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta pada 13 Oktober 2025. Dokumen yang sudah dilegalisasi itu sebelumnya diperoleh dari Bonatua Silalahi yang mendapatkan arsip tersebut dari KPU RI. Setelah meneliti dokumen tersebut, Roy semakin yakin berkas itu palsu dengan tingkat keyakinan 99,9 persen.

“Bukti ini sangat kuat bagi kami untuk melanjutkan perjuangan, karena berkas itu identik dengan yang kami teliti sebelumnya,” ungkap Roy saat konferensi pers di KPUD DKI.

Polemik keaslian ijazah Jokowi masih menjadi perdebatan hangat di publik. Banyak pihak menantikan hasil verifikasi hukum agar diketahui dengan pasti apakah dokumen tersebut asli atau palsu, demi menjaga transparansi dan kepercayaan publik.