Pesan Kesetaraan di Mesjid Raya Sumbar, Anies Baswedan dan Kearifan Ranah Minang
Glitik - Setelah melaksanakan sholat Jumat bersama di Mesjid Raya Sumatera Barat, sebuah pesan sederhana namun bermakna mengalir hangat dari kubah dan dinding megah mesjid itu, “Duduk sama tinggi, duduk sama rendah.” Filosofi ini bukan sekadar ajakan, melainkan penegasan kesetaraan di antara jamaah, mengingatkan setiap orang bahwa di hadapan Tuhan dan sesama, semua berdiri sejajar.
Anies Baswedan, yang hadir dalam kesempatan itu, memancarkan rasa hormat pada nilai-nilai luhur masyarakat Minangkabau. Hari itu, bukan hanya sebagai kunjungan biasa, tetapi lebih pada perjalanan batin untuk menyerap semangat dan kearifan lokal yang telah menjaga harga diri dan kehormatan Ranah Minang selama berabad-abad.
“Orang Minang itu unggul dalam ilmu dan taat beribadah, menjaga agama,” kata Anies dalam sambutannya. Kata-kata ini menjadi cerminan kekaguman terhadap masyarakat Sumatera Barat yang mampu menyelaraskan kecerdasan dan spiritualitas.
Menurut Anies, harga diri adalah kemuliaan tertinggi yang tidak bisa diperjualbelikan, sebuah nilai yang dijunjung tinggi masyarakat Minang.
Usai perjalanan dari Eropa dan Belanda, Anies membagikan kisah pertemuannya dengan perantau Minang yang tetap memegang teguh tradisi dan budaya nenek moyang meski jauh dari tanah air.
“Saya menikmati rendang di sana, dan rasanya sama seperti di tanah asalnya. Ini bukti kuatnya ikatan budaya yang mereka jaga,” ungkapnya.
Namun, Anies menegaskan bahwa kedatangannya bukan untuk menggurui, melainkan justru untuk mengambil inspirasi dan “dicerahkan” oleh semangat Ranah Minang.
Hal ini memperlihatkan kedekatan batin yang tulus antara Anies dan masyarakat lokal, yang tidak sekadar hubungan politis.
Karakter kuat dan keteguhan hati orang Minang selalu menjadi magnet bagi Anies. Pepatah Minang, “harga diri tidak dapat dibeli,” menjadi sumber kekuatan moral, yang menghasilkan tokoh-tokoh nasional berjiwa perjuang yang tak tergoyahkan.
“Ranah Minang lengkap,” sebut Anies. “Tidak hanya dari tokoh-tokohnya yang luar biasa, tetapi juga dari alam dan budaya yang menenangkan jiwa.
Saya merasa sangat nyaman dan bersemangat berada di sini.”Pesan dari Mesjid Raya itu pun seolah menjadi benang merah dari kunjungan ini, kesetaraan sebagai pondasi kehidupan dan kemuliaan sebagai nilai tertinggi yang harus terus dijaga bersama, menguatkan ikatan antara pemimpin dan rakyat dengan rasa hormat dan kebersamaan