Pentingnya Keamanan dalam Penggunaan Water Heater Rumah Tangga
Pentingnya Keamanan dalam Penggunaan Water Heater Rumah Tangga
Oleh : Red
Sejak Edwin Ruud menciptakan pemanas air otomatis dengan tangki penyimpanan dan termostat pada tahun 1889, penggunaan water heater di rumah tangga telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kenyamanan hidup, terutama di daerah dingin. Namun, bersamaan dengan manfaat yang diberikan air hangat saat mandi, kebersihan, serta kenyamanan terdapat risiko serius yang tidak boleh diabaikan: keamanan instalasi dan kualitas produk.
Alasan keamanan harus jadi prioritas:
1. Kualitas produk harus terjamin. Produsen wajib mendesain dan memproduksi water heater sesuai standar keselamatan (misalnya listrik, isolasi, proteksi arus bocor, grounding, material tahan panas dan tekanan).
2. Instalasi teknis harus teliti. Pemasangan yang asal-asalan termasuk kelalaian dalam sistem grounding, sambungan listrik, pemasangan elemen pemanas, dan proteksi arus bocor dapat menimbulkan bahaya fatal.
3. Regulasi dan standardisasi perlu ditegakkan. Pemerintah dan institusi terkait harus memastikan produk water heater yang edar memenuhi standar keselamatan nasional (SNI) atau standar internasional yang relevan.
4. Peningkatan kesadaran masyarakat. Pemilik rumah/penginapan harus memahami risiko, mengecek instalasi, memilih produk dengan sertifikasi, dan rutin melakukan pemeriksaan.
Kasus dan Fakta dari Media
Beberapa data nyata menunjukkan bahwa risiko tersebut bukan sekadar teori. Berikut beberapa contoh dan data yang relevan:
Kasus Pulogadung, Jakarta Timur (2022)
Empat orang dalam satu keluarga tewas di kamar mandi akibat tersetrum listrik dari water heater. Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) menemukan bahwa ada kebocoran listrik pada instalasi pemanas air. Selain itu, grounding yang seharusnya diteruskan ke tanah ternyata tidak memadai.
Standar dan regulasi di Indonesia
Badan Standardisasi Nasional (BSN) memperhatikan faktor keselamatan pada piranti rumah tangga termasuk storage water heater, pemanas benda cair, shower dengan pemanas air, dan peralatan listrik rumah tangga lainnya. Standar ini penting agar produk yang masuk ke pasar aman dipakai.
Bahaya listrik di kamar mandi
Kamar mandi dianggap area berisiko tinggi karena adanya air. Artikel di Kompas menyebut bahwa aktivitas penggunaan listrik di kamar mandi jika tidak berhati-hati, terutama instalasi yang buruk, dapat meningkatkan risiko kecelakaan listrik.
Kesimpulan dan Rekomendasi
Penggunaan water heater memang membawa manfaat besar, tapi tanpa perhatian terhadap keamanan, bisa membawa akibat yang tragis.
Kasus-kasus kematian dan kecelakaan akibat kelalaian instalasi bukanlah hal langka, dan menunjukkan masih lemahnya kontrol mutu dan kesadaran.
Untuk mencegah tragedi serupa, perlu tindakan sistematis dari pihak produsen, pemerintah, dan masyarakat.
1. Pengembangan dan penerapan standar keamanan yang kuat dan audit reguler pada produk water heater.
2. Sertifikasi wajib (misalnya SNI) untuk produk impor dan lokal.
3. Penegakan aturan instalasi: teknisi harus bersertifikasi, penggunaan perangkat proteksi (grounding, arde, ELCB/RCD).
4. Edukasi kepada publik tentang bagaimana memilih produk aman, memeriksa instalasi, dan melakukan perawatan rutin.