Pendalaman Kontroversi Ekonomi Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Berujung Pemecatan Menteri Bappenas oleh Jokowi
Glitik - Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang dikenal dengan Whooshmemicu kontroversi besar dan berakhir dengan pemecatan Andrinof Chaniago dari posisinya sebagai Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) oleh Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) pada tahun 2015.
Andrinof menceritakan pengalaman tersebut dalam podcast di kanal Youtube Lider Channel TV, dikutip Senin, 30 Oktober 2025. Dia menyebut kejadian itu sebagai momen sangat bersejarah dan pribadi yang tak terlupakan.
"Saya ingat saat itu tanggal 12 Agustus, hari di mana saya direshuffle oleh pak Jokowi. Tapi pagi harinya jam 10 sampai 12 saya terima delegasi besar dari tim WhooshChina," ungkap Andrinof.
Pertemuan kedua dengan delegasi Tiongkok itu berlangsung di luar kunjungan duta besar Tiongkok sebelumnya, sebagai bagian dari upaya meloloskan proyek yang diprioritaskan Jokowi.
“Mereka menyampaikan bahwa proyek ini sudah 'dikunci' karena sudah menjadi hasil pembicaraan antara Presiden Xi Jinping dan Presiden Jokowi. Jadi sulit bagi pemerintah untuk menolaknya,” jelasnya.
Menurut Andrinof, delegasi tersebut menggunakan kesepakatan tingkat tinggi untuk menjamin setiap kementerian dan lembaga di Indonesia, sehingga proyek berjalan tanpa hambatan.
Sebagai Menteri Bappenas, Andrinof kemudian memutuskan melakukan kajian ulang guna mencegah potensi kerugian negara dalam pelaksanaan proyek.
"Saya ingin memastikan kita tidak terjebak risiko investasi besar tanpa perlindungan bisnis jangka panjang. Saya minta waktu untuk kajian agar Presiden punya bahan Arahan yang jelas bagi kementerian dan BUMN," ttinambahnya.
Namun, langkah ini justru berakhir pada pemanggilan Andrinof ke Istana dan pengumuman reshuffle yang memecatnya sebelum genap setahun menjabat.
"Saya tengah mengumpulkan tim ekonomi Bappenas untuk membahas konsep pembangunan berkelanjutan ketika mendapat telepon dari Istana memanggil saya. Setelah maghrib, saya terima dan direshuffle," tutup Andrinof.