Pemerintah Ubah Rumus UMP 2026! Gubernur Bebas Naikkan Upah, Inflasi + Ekonomi Jadi Kunci!
Pemerintah Ubah Rumus UMP 2026! Gubernur Bebas Naikkan Upah, Inflasi + Ekonomi Jadi Kunci!
Glitik Pemerintah resmi ubah cara hitung kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026. Presiden Prabowo Subianto tanda tangani PP Pengupahan baru, ganti formula seragam nasional jadi beda-beda per daerah berdasarkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi.
Gubernur wajib tetapkan UMP paling lambat 24 Desember 2025, ikut rekomendasi Dewan Pengupahan Daerah. Kebijakan ini akhiri era "satu angka nasional", buka ruang UMP, UMK, UMSP, dan UMSK sesuaikan kondisi lokal.
Rumus Baru UMP 2026: Inflasi + (Pertumbuhan Ekonomi × Alfa)
Alfa 0,5-0,9 sesuaikan ketenagakerjaan daerah. Rumus ini jaga daya beli pekerja sekaligus lindungi usaha. Ganti PP 51/2023 yang tenggatnya 21 November.
Sejarah Kenaikan UMP Singkat
2025: Naik rata-rata 6,5% nasional (Permenaker 16/2024)
2024: Maks 5%, rata-rata 3,65%
2023: Maks 10%, tak ada double digit
2021: 0% gara-gara Covid-19
Sejak 2017, tak pernah double digit lagi, beda era 2013-2014 (18,3%-17,44%).
Perbandingan Formula Lama vs Baru
|
Tahun |
Formula |
Kenaikan Rata-rata |
|
2026 |
Inflasi + (PDB × Alfa) |
Beda per provinsi |
|
2025 |
UMP 2024 + 6,5% |
Nasional tetap |
|
2024 |
Batas atas/bawah BPS |
Maks 5% |
|
2016-2020 |
UM + (Inflasi + PDB) |
Matematis sederhana |
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli tekan percepatan agar efektif Januari 2026. Sejarah UMP mulai KFM 1956, evolusi ke KHL, lalu formula ekonomi sejak PP 78/2015.
Kebijakan ini picu debat serikat pekerja vs pengusaha, tapi diharap lebih adil regional.
sumber : cnbc