Moeldoko: Tanpa Insentif, Mobil Listrik Tetap Laris & Harga Turun Berkat Baterai Lokal!
Glitik - Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), Moeldoko, menanggapi santai keputusan pemerintah yang menghentikan insentif pembelian mobil listrik mulai 31 Desember 2025, termasuk untuk impor CBU. Menurutnya, hal ini tak perlu dikhawatirkan karena pasar mobil listrik justru sedang tren positif.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan mobil listrik berbasis baterai tembus 69.146 unit hingga Oktober 2025, melampaui penjualan satu tahun penuh 2024 yang hanya 43.188 unit. Lonjakan pesat terjadi di Oktober dengan 13.867 unit, naik drastis dari 4.097 unit di September.
"Kalau penjualan mobil umum memang turun, tapi tren mobil listrik justru menarik karena meningkat signifikan," ujar Moeldoko saat ditemui di kantor Mobil Anak Bangsa (MAB) Jakarta, Rabu (10/12).
Moeldoko yakin ketiadaan insentif tak akan tekan penjualan EV akibat harga naik. Sebaliknya, harga mobil listrik akan turun alami seiring kemajuan teknologi dan persaingan industri. "Dari awal saya bilang, mobil listrik bakal lebih murah dari konvensional karena komponennya sedikit. Apalagi dengan kompetisi baterai global yang ketat," tegasnya.
Lebih lanjut, ia soroti produksi baterai lokal Indonesia yang kian matang. "Baterai menyumbang 40% harga EV. Kalau harganya turun, mobil listrik ikut anjlok," tambah mantan Kepala Staf Kepresidenan itu.
Kompetisi produsen EV yang masif di Indonesia juga untungkan konsumen. "Jangan khawatir, mobil listrik pasti murah sendiri. Masyarakat nikmati haknya beli EV terjangkau berkat persaingan luar biasa saat ini," pungkasnya.