Malang Siap Antisipasi Banjir dengan Peta Rawan Bencana, RT-RW Ambil Peran!
Glitik - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, Jawa Timur, tengah menyusun peta rawan bencana untuk mempermudah mitigasi di tingkat wilayah. Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang, Prayitno, menjelaskan bahwa peta ini ditujukan bagi warga yang tinggal di daerah rawan bencana dan akan digunakan sebagai alat mitigasi oleh pejabat kewilayahan.
Setelah selesai disusun, peta rawan bencana akan langsung didistribusikan ke camat, lurah, ketua RT, dan RW. Dengan adanya peta ini, apabila terjadi potensi bencana alam, semua pihak dapat segera mengambil tindakan cepat seperti merancang jalur evakuasi serta melakukan mitigasi sosial dan struktural.
Langkah ini merupakan bagian usaha BPBD untuk memperkuat penanganan bencana, terutama setelah Kamis (4/12) lalu sebanyak 39 titik di tiga kecamatan yakni Sukun, Blimbing, dan Lowokwaru sempat mengalami banjir akibat hujan deras. Melalui peta tersebut, pejabat wilayah dan masyarakat dapat bersama-sama mengidentifikasi penyebab bencana, contohnya apakah banjir berasal dari masalah drainase yang tidak berfungsi optimal atau faktor lain.
Jika penyebabnya drainase, maka perlu penanganan teknis melalui mitigasi struktural oleh pejabat ke instansi terkait agar pembangunan saluran air menjadi prioritas ke depan. Pemkot Malang menyebut bahwa banjir kemarin dipicu oleh endapan sedimentasi akibat penumpukan sampah di saluran air sehingga mempersempit jalur aliran dan menyebabkan air meluber ke jalan. Untuk itu, Pemkot telah mengerahkan alat berat guna menanggulangi masalah tersebut.