Maignan Jadi Pahlawan, Milan Bangkit Dramatis Kalahkan Como 3-1!
Glitik - Di bawah sorot lampu Stadio Giuseppe Sinigaglia yang dingin, AC Milan menorehkan kisah pantang menyerah. Tertinggal satu gol lebih dulu, Rossoneri bangkit gemilang berkat tangan ajaib kiper Prancis Mike Maignan, yang tampil seperti benteng tak tertembus. Delapan penyelamatan spektakuler dari Maignan jadi kunci kemenangan 3-1 atas Como, sekaligus mendekatkan Milan ke rival Inter hanya selisih tiga poin.
Como, yang dilatih eks bintang Arsenal Cesc Fabregas, memulai laga dengan semangat membara. Hanya 10 menit berlalu, Marc Kempf melompat lebih tinggi dari Youssouf Fofana untuk menyundul umpan silang manis Martin Baturina, gol pembuka yang bikin pendukung tuan rumah bergemuruh.
Tekanan Como tak berhenti; Nico Paz dan Lucas da Cunha menguji Maignan habis-habisan, tapi sang kiper menepis tembakan langsung Paz dan blok sundulan dekat da Cunha seperti superhero.
Milan balas dendam lewat penalti kontroversial: Kempf lengah melanggar Adrien Rabiot di kotak penalti, dan Christopher Nkunku nyaris cetak gol, tapi kiper Como Jean Butez sigap.
Maignan tak mau kalah; ia tepis tendangan berbahaya Paz lagi. Balasan datang di babak kedua menit ke-55: Rafael Leao kirim umpan lambung brilian, Rabiot sambut dengan dada lalu voli ke gawang, 1-1! Dua menit sebelum akhir, Rabiot cetak gol keduanya dari jarak jauh, menyamakan Nkunku di daftar top skor.
Drama Paz vs Maignan curi perhatian: Bintang Argentina Como tembak delapan kali (empat tepat sasaran), tapi Maignan selalu siap. Como unggul xG 1,78 dari 18 tembakan lawan 1,28 Milan, tapi semangat Rossoneri menang. Oh ya, Leao lagi on fire, sejak gol pertamanya musim ini, ia libatkan sembilan gol di Serie A, kalah tipis dari Lautaro Martínez (10)!
Kemenangan ini bikin Milan tersenyum lebar. Como kecewa, tapi pertandingan ini bukti sepak bola penuh keajaiban.