Lonjakan Penerbangan ke Kamboja Diduga Terkait Jaringan Penipuan Online, P2MI Perketat Pengawasan
Glitik - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) mencatat lonjakan penerbangan warga negara Indonesia (WNI) menuju Kamboja dalam sepekan terakhir.
Fenomena ini memunculkan dugaan bahwa negara Komboja tersebut menjadi jalur baru bagi praktik penipuan daring (online scamming) berkedok pekerjaan.
Wakil Menteri P2MI, Christina Aryani, mengungkap bahwa terdapat lima penerbangan dari Indonesia ke Kamboja dalam waktu seminggu, meski negara itu bukan destinasi wisata utama bagi masyarakat Indonesia.
“Kamboja bukan negara tujuan wisata populer. Tapi data menunjukkan ada lima penerbangan dalam satu minggu. Ini menimbulkan tanda tanya besar,” ujar Christina di Jakarta, Jumat (24/10/2025).
Berdasarkan hasil investigasi lapangan, jumlah WNI yang bekerja di Kamboja meningkat signifikan, sebagian besar menggunakan visa self-employed atau izin bekerja mandiri.
Menurut Christina, kemudahan pengurusan visa tersebut diduga dimanfaatkan oleh sindikat penipuan online untuk merekrut tenaga kerja ilegal.
“Kami menemukan tren meningkatnya penggunaan visa self-employed. Modus ini bisa dimanfaatkan untuk kegiatan ilegal, termasuk online scamming,” jelasnya.
Menindaklanjuti temuan itu, P2MI tengah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan otoritas penerbangan untuk menelusuri lebih jauh pola penerbangan mencurigakan tersebut.
Christina menegaskan, pihaknya akan memperketat screening keberangkatan WNI ke negara-negara yang tidak termasuk dalam daftar penempatan pekerja migran resmi.
“Kami akan memperkuat pengawasan di bandara agar warga Indonesia tidak terjebak bujuk rayu perekrut yang menawarkan pekerjaan palsu di luar negeri,” tegasnya.
Kamboja disebut menjadi lokasi baru jaringan penipuan online lintas negara, setelah negara-negara seperti Myanmar dan Laos memperketat aturan keimigrasian.
Modus yang digunakan sindikat biasanya berupa lowongan kerja palsu, di mana korban kemudian dipaksa bekerja di perusahaan penipuan daring dengan target tinggi dan ancaman kekerasan.
Christina pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran kerja luar negeri tanpa izin resmi dan memastikan keberangkatan dilakukan melalui jalur legal yang diawasi pemerintah.
“Kami imbau masyarakat untuk selalu memverifikasi setiap tawaran kerja di luar negeri melalui P2MI,” pungkasnya.