Ledakan Bintang 120/Jam Minggu Ini! Geminid 2025 Puncak 13-14 Des –Meteor Asteroid Purba 200 Tahun, Nonton Gratis Dark Sky Indonesia!
Glitik - Pekan ini langit Indonesia jadi panggung spektakuler! Hujan meteor Geminid capai puncak maksimal malam 13-14 Desember 2025, potensi 120 meteor per jam meluncur deras. Aktif sejak 4-20 Desember setiap tahun, Geminid beda dari hujan meteor biasa karena berasal dari asteroid 3200 Phaethon – bukan komet seperti Perseid atau Leonid. Meteornya super terang, kecepatan 35 km/detik, intensitas naik tiap tahun jadi "raja hujan meteor" modern.
Fenomena ini berusia hampir 200 tahun, pertama tercatat 1833 oleh astronom kapal di Sungai Mississippi AS. Saat itu ribuan meteor banjiri langit, tapi baru 1862 dipastikan radiasi dari rasi Gemini.
Uniknya, Phaethon orbit elips ekstrem (dekat Matahari seperti komet), tabur debu jadi meteor pas lewat Bumi. NASA prediksi 2025 intensitas stabil meski Bulan fase gibbous tak ganggu banyak.
Cara Observasi Maksimal ala Pro:
Lihat dari radiant Gemini (timur laut Orion, bintang ganda Castor-Pollux), tapi JANGAN tatap langsung – meteor dekat radiant jejak pendek susah keliatan! Alihkan pandang 45-90° samping ke area gelap. Mata telanjang cukup, tak perlu teleskop. Mulai jam 21.00 WIB (Geminid aktif sejak senja), puncak pre-dawn 02.00-05.00 WIB. Adaptasi mata 30 menit di dark sky, pakai red flashlight hindari glare.
Rekomendasi Dark Sky Indonesia:
- Jawa: Gunung Bromo (Malang), Pantai Parangtritis (Yogya), Telaga Sarangan (Magetan).
- Bali: Pantai Padangbai, Bukit Teletubbies Nusa Penida.
- Sumatra: Danau Toba (Sumut), Kerinci Seblat (Bengkulu).
- Sulawesi: Tana Toraja, Bira Beach (Tana Toraja).
Cari spot terbuka 360°, jauh kota >50 km. Cek cuaca BMKG – cloud cover rendah ideal. Bawa tikar/jaket, sabar 1-2 jam lihat 50-100 meteor!
Geminid bukti alam semesta dekat rumah. Ajak keluarga/teman, foto long exposure (15-30 detik ISO 3200), share #Geminid2025. Event gratis langka ini pengingat: langit malam kita masih indah meski polusi cahaya!