Ketegangan Geopolitik Global Meningkat: Ancaman Militer dan Pemutusan Bantuan AS pada Venezuela, Kolombia, dan Nigeria

Ketegangan Geopolitik Global Meningkat: Ancaman Militer dan Pemutusan Bantuan AS pada Venezuela, Kolombia, dan Nigeria

Oleh : iTheoS

Glitik - Ketegangan geopolitik global memanas setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump melancarkan serangkaian ancaman dan tindakan agresif terhadap tiga negara berdaulat: Venezuela, Kolombia, dan Nigeria. 

Ketiganya menjadi sasaran operasi rahasia militer, serangan diplomatik keras, dan pemutusan bantuan total dari AS, yang berpotensi mengganggu stabilitas kawasan kaya sumber daya serta memicu mengancam global yang lebih besar.

Situasi di Venezuela memburuk dengan pengerahan kekuatan tempur besar-besaran, termasuk kapal perang dan pesawat F-35, yang menargetkan kapal-kapal yang diduga terkait kartel narkoba. 

Trump mengkonfirmasi izin operasi rahasia CIA dan menyebut kemungkinan serangan darat. Presiden Venezuela Nicolás Maduro mengecam tindakan AS sebagai agresi militer ilegal di perairannya.​

Di Kolombia, Trump menuduh Presiden Gustavo Petro sebagai gembong narkoba ilegal dan langsung mengancam memutus bantuan seluruh ekonomi AS kepada negara tersebut. 

Tuduhan ini muncul setelah ketegangan atas insiden kematian seorang nelayan Kolombia dalam operasi militer AS di Karibia, yang dibalas Petro dengan menyebut Trump "kasar" dan "bodoh tentang Kolombia".​

Sementara itu di Nigeria, Trump mengancam "aksi militer cepat" akibat dugaan pembunuhan umat Kristen yang disebutnya sebagai genosida. 

Pemerintah Nigeria membantah keras klaim ini, menyatakan bahwa kekerasan terkait kelompok teroris seperti Boko Haram dan ISIL serta menolak intervensi militer AS yang dianggap melanggar kedaulatan.​

Ketegangan ini menunjukkan strategi AS yang menggabungkan tekanan militer dan diplomatik dengan dalih memerangi narkotika dan mengatasi isu pelanggaran HAM, namun menimbulkan kekhawatiran luas akan gangguan stabilitas regional dan dinamika geopolitik global. 

Konflik ini memicu reaksi dari Rusia yang mendukung Venezuela dan peringatan dari negara-negara kawasan mengenai pelanggaran hukum internasional oleh AS.​

Hal ini bisa meningkatnya risiko konflik yang dapat mempengaruhi pasar minyak, keamanan regional, dan hubungan internasional di era geopolitik yang semakin kompleks.