Kemenperin ingin Bersaing Pasar Baja dengan Negara Yang Satu ini

Kemenperin ingin Bersaing Pasar Baja dengan Negara Yang Satu ini

Oleh : iTheoS

Glitik - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan bahwa sekitar 55% kebutuhan baja dalam negeri masih dipenuhi dari impor, dengan mayoritas berasal dari China. Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, menjelaskan hal ini karena produsen baja nasional selama ini fokus memenuhi permintaan dari sektor konstruksi dan infrastruktur, yang saat ini tengah mengalami penurunan baik di dalam maupun luar negeri.

Faisol menambahkan bahwa permintaan baja untuk sektor properti di seluruh dunia sedang turun, yang berdampak langsung pada industri baja nasional. Namun, ia menyoroti adanya peluang besar dari sektor lain seperti otomotif, perkapalan, dan alat berat yang membutuhkan baja dengan spesifikasi khusus seperti alloy steel dan special steel.

Selain itu, industri baja nasional menghadapi kendala berupa mesin produksi yang sudah tua dan teknologi yang belum ramah lingkungan. Kondisi ini berpengaruh pada kualitas dan biaya produksi, sehingga menghambat upaya meningkatkan daya saing, keberlanjutan, dan standar global industri baja dalam negeri.