Kemenag Siapkan BSU Rp270 Miliar untuk Guru Non-Sertifikasi di HGN 2025

Kemenag Siapkan BSU Rp270 Miliar untuk Guru Non-Sertifikasi di HGN 2025

Oleh : ekachn

Glitik - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan guru sebagai "orang tua intelektual dan spiritual" anak bangsa, sekaligus pintu berkah negeri. Di peringatan puncak Hari Guru Nasional (HGN) 2025 bertema "Merawat Semesta dengan Cinta", Kementerian Agama (Kemenag) mengumumkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) Rp270 miliar khusus untuk guru non-sertifikasi, plus tambahan pembayaran Rp198 miliar bagi guru non-ASN. "Ini investasi masa depan pendidikan agama," tegas Dirjen Pendidikan Islam (Pendis) Amien Suyitno.

Menag menyampaikan hal ini saat acara "Doa Guru dan Donasi untuk Negeri" di Jakarta. Ia mengapresiasi pengabdian guru di wilayah terpencil yang menembus ombak dan medan berat, serta doa mereka yang menopang negeri di tengah bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. "Doa guru seperti doa orang tua untuk anak," ujarnya.

Dorong Ekoteologi di Kurikulum Madrasah

Menag menekankan integrasi perspektif ekoteologi dalam kurikulum madrasah untuk menanamkan kesadaran ekologis. "Merusak lingkungan adalah dosa, merawatnya adalah pahala," tegasnya. Program ini jadi prioritas Kemenag untuk bangun peradaban hijau melalui madrasah berkarakter 24 jam di sekolah, rumah, dan masyarakat. Guru didorong jadi teladan cinta lingkungan, karena kualitas bumi tentukan kualitas manusia sebagai khalifah.

Prestasi Dermawan dan Penguatan Profesi Guru

Indonesia kembali juara negara paling dermawan dunia 2023–2024, buah pendidikan karakter dari guru di madrasah, sekolah, dan pesantren. "Spirit gotong royong lahir dari ruang pendidikan, bentuk kohesi sosial yang buat dunia simpati pada Indonesia," ungkap Menag.

Dirjen Suyitno tambahkan, formasi Pendidikan Profesi Guru (PPG) 2025 melonjak 700%, buka peluang status ASN bagi pendidik. Kemenag juga alokasikan Rp10 miliar untuk Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PAI guna kuatkan komunitas profesi.

Rangkaian HGN 2025 ini jadi momentum refleksi ekosistem pendidikan Islam berbasis spiritualitas, karakter, lingkungan, dan kesejahteraan guru.

FAQ Bantuan Subsidi Upah (BSU) Guru Non-Sertifikasi

Q: Apa itu Bantuan Subsidi Upah (BSU) dari Kemenag untuk guru?

A: BSU senilai Rp270 miliar disiapkan khusus guru non-sertifikasi di bawah naungan Kemenag, sebagai bentuk dukungan kesejahteraan pendidik madrasah dan lembaga keagamaan. Ini bagian dari komitmen HGN 2025 untuk investasi pendidikan agama.

Q: Siapa saja yang berhak menerima BSU Rp270 miliar ini?

A: Guru non-sertifikasi di madrasah, pesantren, dan lembaga pendidikan Islam non-ASN yang terdaftar di Kemenag. Prioritas untuk pengajar di wilayah terpencil dengan pengabdian tinggi.

Q: Kapan dan bagaimana cara pencairan BSU?

A: Pencairan segera menyusul HGN 2025, melalui mekanisme Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. Guru bisa cek status via situs resmi Kemenag atau hubungi dinas pendidikan Islam setempat.

Q: Apa bedanya BSU dengan tambahan pembayaran Rp198 miliar?

A: Tambahan Rp198 miliar untuk guru non-ASN secara umum, sementara BSU Rp270 miliar fokus subsidi upah guru non-sertifikasi. Keduanya saling melengkapi program kesejahteraan.

Q: Apakah ada program lain untuk guru selain BSU?

A: Ya, termasuk formasi PPG naik 700%, alokasi Rp10 miliar untuk KKG/MGMP PAI, dan program ekoteologi untuk penguatan kurikulum serta karakter guru.