Investasi Padat Karya: Kunci Strategis Dorong Lapangan Kerja dan Produktivitas Indonesia
Glitik - Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menyoroti bahwa program magang nasional hanya memberikan dampak jangka pendek bagi perekonomian Indonesia, sehingga upaya utama pemerintah seharusnya difokuskan pada peningkatan investasi untuk menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan dan menyeluruh.
Menurut Josua, meskipun magang nasional membantu sementara waktu, program ini belum mampu menyerap seluruh angkatan kerja baru secara komprehensif. Oleh karena itu, peningkatan investasi, khususnya di sektor padat karya, menjadi solusi strategis untuk memperkuat penyerapan tenaga kerja dan meningkatkan produktivitas industri manufaktur.
Josua menjelaskan bahwa sejak krisis finansial Asia 1997, investasi di Indonesia bergeser ke sektor padat modal dan komoditas, sementara investasi di sektor manufaktur padat karya justru menurun drastis. Akibatnya, kontribusi sektor manufaktur terhadap perekonomian turun dari hampir 30 persen menjadi kurang dari 19 persen. Pemerintah perlu mengembalikan fokus investasi ke sektor padat karya untuk mendorong penciptaan lapangan kerja yang lebih besar dan signifikan.
Selain itu, Josua menekankan pentingnya menjaga kepercayaan pelaku usaha melalui kepastian hukum, percepatan proses perizinan, dan penegakan aturan yang konsisten. Reformasi struktural juga menjadi fondasi penting untuk menggaet investor yang bersedia menanamkan modal dalam jangka panjang.
Sebagai langkah positif, pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, yang bertujuan mempercepat perizinan usaha dan mempermudah akses bagi investor. Josua berharap regulasi ini dapat menjadi daya tarik utama bagi investor.
Lebih jauh, ia menyebut peran Danantara sebagai katalisator yang dapat meningkatkan investasi swasta, termasuk kerja sama dengan Sovereign Wealth Funds (SWF) seperti Qatar Investment Authority, untuk mendorong penyerapan tenaga kerja yang lebih luas dan meningkatkan aktivitas ekonomi nasional secara signifikan.