Internet Ubah Petani NTT Jadi Eksportir! BAKTI Bangun 29 Ribu Akses 3T – Sorgum Rp20 Ribu/kg Laris ke Surabaya-AS!
Glitik - Internet bukan lagi barang mewah di wilayah Terdepan, Terluar, Tertinggal (3T). Kini jadi "modal baru" ekonomi: petani/nelayan cuan via TikTok/FB, anak belajar online, wisata meledak. BAKTI Komdigi capai 29.184 lokasi publik terkoneksi, 6.747 desa berdarah sinyal, plus 7.196 BTS 4G di 172 kab/kota (data Nov 2025).
Palapa Ring 12.148 km + SATRIA-1 taklukkan gunung/lembah remote. Dukung Asta Cita (SDM kuat, inovasi digital) menuju Indonesia Emas 2045.
Dampak Nyata Internet di NTT (Fokus BAKTI):
Dece Lobo (Petani Sabu Raijua): Sorgum tradisional (250 kg/panen) laris FB ke Kupang/Surabaya (Rp20 ribu/kg vs Rp10 ribu lokal). Jarak 257 km dari Kupang tak masalah!
Reny Nuskanan (Nelayan Kupang): Live TikTok tiap hari, pesanan ikan dari AS untuk saudara di RI. "TikTok global, FB terbatas teman," katanya. Info harga harian cegah penipuan.
IMDI 2025: 48,4% transaksi e-commerce bulanan, pilar pemberdayaan naik tajam. Wisata Rote Ndao BPS catat lonjakan berkat jaringan.
Bank Dunia: Internet ciptakan pasar baru, turunkan biaya info, dorong inklusi sosial/ekonomi. NTT dapat 584 BTS (terbanyak Sumba Timur) – transformasi digital bikin 3T tak lagi tertinggal!