IHSG Rebound 0,55% ke 9.060, Sektor Konsumer dan Industri Pimpin Kenaikan
Glitik - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tanda pemulihan setelah penurunan tajam lebih dari 1% pada perdagangan sebelumnya. Pada sesi pertama Kamis (22/1/2026), IHSG ditutup menguat 0,55% atau 49,73 poin di level 9.060,06. Penguatan ini sempat menyentuh 1% sebelum terpangkas di akhir sesi.
Sebanyak 440 saham bergerak naik, 278 turun, dan 240 stagnan. Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp19,16 triliun dengan volume 38,61 miliar saham melalui 2,33 juta kali transaksi.
Meski demikian, aksi jual masih mengintai di beberapa emiten unggulan. Saham BUMI kembali terkoreksi 4,66% ke Rp368 dengan nilai transaksi Rp4,11 triliun. Petrosea (PTRO), emiten milik Prajogo Pangestu, juga anjlok 8,08% ke Rp11.375 dengan transaksi Rp1,63 triliun.
Mayoritas Sektor Hijau, Konsumer Primer Naik 2,15%
Mengutip data Refinitiv, mayoritas sektor berada di zona hijau. Hanya sektor kesehatan yang melemah 0,23%. Sektor konsumer primer memimpin penguatan dengan kenaikan 2,15%, diikuti industri 1,68% dan energi 1,19%.
Pendorong utama IHSG adalah Telkom (TLKM) dengan kontribusi 17,88 indeks poin, Dian Swastatika Sentosa (DSSA) 15,4 poin, serta Amman Mineral Internasional (AMMN) 9,1 poin.
Sentimen Positif dari Trump dan Pasar Asia
Sentimen positif datang dari meredanya ketegangan geopolitik AS-Greenland. Presiden AS Donald Trump menolak penggunaan kekuatan atau tarif, dan mengumumkan kerangka kesepakatan dengan Greenland bersama Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di Forum Ekonomi Dunia Davos. Trump menegaskan tidak akan menggunakan kekerasan untuk menguasai pulau Arktik tersebut.
Pasar Asia-Pasifik ikut pulih mengikuti Wall Street. Indeks Kospi Korea Selatan terdepan dengan kenaikan 1,62% menembus 5.000, didorong Samsung SDI naik 13,27%, Doosan 9%, dan Samsung Electronics 3,14%. Indeks Kosdaq naik 1,43%.
Di dalam negeri, ketahanan suku bunga BI diharapkan mendukung stabilitas rupiah dan pasar keuangan domestik.