IHSG Merah 0,71%! Rupiah Stagnan, Asing Jual Rp348M - Proyeksi Hari Ini?

IHSG Merah 0,71%! Rupiah Stagnan, Asing Jual Rp348M - Proyeksi Hari Ini?

Oleh : iTheoS

Glitik - Pasar keuangan Indonesia kompak melemah pada perdagangan Selasa (23/12/2025), dengan IHSG terkoreksi 0,71% ke 8.584,78 dan rupiah stagnan di Rp16.765/US$, di tengah net sell asing Rp348,62 miliar dan pelemahan mayoritas sektor. Meski demikian, pasar diharapkan menguat hari ini dipengaruhi sentimen data ekonomi AS dan China—detail proyeksi lengkap di halaman 3.

Performa IHSG Kemarin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 61,06 poin atau 0,71% pada level 8.584,78.

Sebanyak 275 saham naik, 373 turun, dan 157 stagnan.

Nilai transaksi Rp25,6 triliun dari 41,69 miliar saham dalam 2,76 juta kali transaksi.

Investor asing net sell Rp348,62 miliar.

Mayoritas sektor melemah, terutama energi dan properti. Hanya sektor teknologi serta industri yang menguat tipis. Emiten besar seperti Dian Swatatika Sentosa (DSSA) memimpin penurunan dengan kontribusi -19,57 poin, diikuti Bank Central Asia (BBCA) -1,83% atau -14,19 poin, serta Barito Pacific (BRPT), Amman Mineral (AMMN), Bank Mandiri (BMRI), dan Bumi Resources (BUMI).

Pelaku pasar kini beralih fokus ke data ekonomi global, khususnya dari AS dan respons China terhadap suku bunga serta uang beredar.

Kondisi Rupiah

Rupiah Garuda ditutup stagnan di Rp16.765/US$ berdasarkan data Refinitiv, sama dengan penutupan sebelumnya—meski sempat menguat 0,18% ke Rp16.730/US$ di awal perdagangan.

Indeks dolar AS (DXY) melemah 0,25% ke 98,044 pukul 15.00 WIB, tapi rupiah gagal memanfaatkannya. Pelemahan dolar dipicu ekspektasi dua kali pemangkasan suku bunga Fed masing-masing 25 basis poin sepanjang 2026, didorong Presiden Donald Trump.

Namun, pernyataan pejabat Fed beragam: Gubernur Stephen Miran peringatkan risiko resesi jika kebijakan tak disesuaikan, sementara Presiden Cleveland Beth Hammack anggap posisi saat ini tepat untuk ditahan pasca-pemangkasan 75 basis poin tahun ini.

Pernyataan BI

Bank Indonesia (BI) pastikan rupiah tetap stabil hingga akhir 2025. Gubernur Perry Warjiyo sebut level Rp16.685/US$ per 16 Desember stabil dibanding akhir November.

BI jaga stabilitas via intervensi NDF offshore/domestik, pasar spot, dan pembelian SBN sekunder.

Pasar Obligasi

Imbal hasil SBN 10 tahun naik tipis ke 6,14% dari 6,12%, tandai penurunan harga akibat penjualan investor.