IHSG Meledak 1,17% di Hari Pertama 2026: Investor Asing Borong Saham BUMI Sampai DEWA!

IHSG Meledak 1,17% di Hari Pertama 2026: Investor Asing Borong Saham BUMI Sampai DEWA!

Oleh : ekachn

Glitik - Perdagangan perdana Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2026 langsung diramaikan aksi agresif investor asing yang memborong saham-saham unggulan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,17% atau 101,19 poin di level 8.748,13 pada Jumat (2/1/2026), semakin dekat dengan rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) 8.776,97 yang tercatat Desember 2024.

Net Buy Asing Rp4,37 Triliun Sepekan, BUMI Jadi Bintang

Investor asing tak main-main di pembukaan 2026, mencatatkan net buy Rp1,06 triliun dalam sehari dan akumulasi Rp4,37 triliun sepekan terakhir. Volume transaksi mencapai 51,14 miliar saham senilai Rp22,26 triliun, dengan breadth pasar solid: 497 saham menguat, 200 melemah, 131 stagnan. Penguatan ini melanjutkan momentum akhir 2025, menandakan optimisme kuat terhadap ekonomi domestik.

Tabel Top Net Buy Asing Sepekan Terakhir

Kode Saham

Nama Emiten

Net Buy Asing (Rp Triliun)

Kenaikan Harian (%)

IMPC

Impack Pratama Industri

2,95

-

ANTM

Aneka Tambang

0,99

-

INCO

Vale Indonesia

0,28

-

BUMI

Bumi Resources

0,89 (1 hari)

+14,75

BRMS

Bumi Resources Minerals

0,25

+7,27

DEWA

Darma Henwa

0,20

+11,94 (ATH Rp760)

HUMI

Humpuss Maritim Internasional

0,10

+24,81

BULL

Buana Lintas Lautan

0,06

+20,24

GOTO

GoTo Gojek Tokopedia

0,05

+7,81

MBMA

Merdeka Battery Materials

0,05

+8,77

BUMI Melesat 14,75% ke Rp420, DEWA Tembus ATH Baru

Puncak euforia terlihat pada saham Grup Bakrie: BUMI melejit 14,75% ke Rp420 (tertinggi sejak 2017) dengan net buy Rp889 miliar dalam sehari, sementara BRMS naik 7,27% ke Rp1.180. DEWA mencatatkan sejarah baru dengan ATH intraday Rp760 dan penutupan Rp750 (+11,94%), didorong net buy Rp204 miliar. Saham pelayaran HUMI (+24,81%) dan BULL (+20,24%) juga ikut terbang, sinyal spekulasi logistik membara.

Dari Komoditas ke Tech: Diversifikasi Minat Asing

Arus dana asing tak hanya terpusat di tambang (ANTM, INCO, BUMI) dan energi (UNTR, ASII, ADMR, ENRG), tapi merambah tech dan EV battery seperti GOTO (+7,81%) serta MBMA (+8,77%). IMPC mendominasi dengan Rp2,95 triliun net buy sepekan, menegaskan saham likuid dan komoditas jadi primadona. Kombinasi ini mencerminkan selera risiko tinggi: siklus global komoditas + pertumbuhan tech domestik.

Prospek IHSG 2026: ATH Hanya Selangkah Lagi

IHSG kini hanya 28 poin dari ATH, didukung net buy asing jumbo dan akumulasi sejak akhir 2025. Selama aliran dana tetap konsisten tanpa gangguan geopolitik atau suku bunga The Fed, pasar saham Indonesia berpotensi memasuki fase reli berkelanjutan di 2026. Investor ritel disarankan pantau saham-saham net buy asing ini untuk momentum jangka pendek.