Hari Paru-Paru Sedunia: Waspadai Penyakit Pernapasan dan Cara Menjaga Kesehatan Paru

Hari Paru-Paru Sedunia: Waspadai Penyakit Pernapasan dan Cara Menjaga Kesehatan Paru

Oleh : dhiwa

Glitik - Bertepatan dengan Hari Paru-Paru Sedunia (World Lung Day) yang diperingati setiap tanggal 23 Oktober, penting bagi kita untuk menyoroti kembali berbagai penyakit pernapasan yang berakar dari gangguan pada fungsi paru-paru. 

Organ vital ini berperan utama dalam proses pertukaran oksigen dan karbon dioksida dan ketika terganggu, dampaknya bisa fatal bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Penyakit Paru-Paru Masih Jadi Ancaman Serius

Berdasarkan data dari Siloam Hospitals, penyakit paru-paru mencakup berbagai jenis gangguan, antara lain tuberkulosis (TBC), pneumonia (paru-paru basah), asma, emfisema, dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).

Faktor pemicu utamanya meliputi kebiasaan merokok, paparan polusi udara, infeksi bakteri atau virus, serta paparan bahan kimia berbahaya seperti asbes.

Sementara itu, laporan dari Kementerian Kesehatan RI juga menyebut bahwa kasus penyakit paru kronis seperti PPOK dan asma terus meningkat setiap tahun, terutama di wilayah perkotaan dengan tingkat polusi tinggi.

Ciri-Ciri Umum Gangguan Paru-Paru

Menurut Alodokter, gejala umum penyakit paru meliputi:

Batuk berkepanjangan (lebih dari dua minggu),

Sesak napas atau napas pendek,

Dada terasa nyeri atau berat,

Kulit kebiruan karena kekurangan oksigen, serta

Ujung jari yang menebal atau cembung (clubbing).

Deteksi dini sangat penting. Bila gejala ini diabaikan, penyakit bisa berkembang menjadi kronis dan menurunkan kualitas hidup penderitanya.

Penyebab Utama: Rokok dan Polusi

Hasil penelitian AXA Mandiri menunjukkan bahwa merokok aktif dan pasif menjadi penyebab utama kerusakan paru di Indonesia. Selain itu, polusi udara perkotaan, debu industri, serta kebiasaan tidak menjaga kebersihan lingkungan turut memperparah kondisi paru.

Bahkan menurut Heartology Indonesia, infeksi paru seperti pneumonia atau TBC kini tidak hanya menyerang kalangan lanjut usia, tetapi juga usia produktif dan remaja, terutama yang terpapar asap rokok sejak dini.

Cara Menjaga dan Menanggulangi Penyakit Paru-Paru

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan paru sekaligus mencegah penyakit pernapasan:

1. Hentikan kebiasaan merokok, termasuk paparan asap rokok di lingkungan sekitar.

2. Gunakan masker saat berada di area berpolusi atau berdebu.

3. Rutin berolahraga agar paru tetap aktif dan sirkulasi oksigen lancar.

4. Perbanyak konsumsi buah dan sayuran yang kaya antioksidan.

5. Periksa kesehatan paru secara berkala, terutama bagi pekerja industri atau mereka yang sering terpapar asap dan bahan kimia.

6. Segera berobat bila mengalami gejala batuk berkepanjangan atau sesak napas.

Menurut Primaya Hospital, pada kasus paru-paru basah (pneumonia), penanganan medis harus dilakukan sedini mungkin agar tidak menimbulkan komplikasi seperti gagal napas atau infeksi menyebar ke organ lain.

Kesadaran Kunci di Hari Paru-Paru Sedunia

Momentum Hari Paru-Paru Sedunia 2025 diharapkan menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan sistem pernapasan.

Dengan gaya hidup sehat, lingkungan bersih, dan deteksi dini, penyakit paru bisa dicegah dan dikendalikan.

“Menjaga paru-paru berarti menjaga hidup,” tulis World Lung Foundation dalam kampanye global tahun ini — mengingatkan bahwa napas sehat dimulai dari kesadaran diri.