Haornas ke-42: Dari Semangat PON I Solo 1948 hingga "Olahraga Satukan Kita"
Glitik – Setiap tanggal 9 September, bangsa Indonesia memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas). Tahun ini, peringatan Haornas memasuki edisi ke-42 dengan mengusung tema “Olahraga Satukan Kita”, sebagaimana diumumkan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Peringatan Haornas bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi wujud kepedulian pemerintah terhadap pentingnya pendidikan jasmani, sportivitas, serta penguatan persatuan melalui olahraga.
Berawal dari PON I di Solo
Sejarah Haornas tidak bisa dilepaskan dari penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) I di Kota Solo, Jawa Tengah, pada 9–12 September 1948.
Kala itu, Indonesia yang baru merdeka menghadapi situasi sulit. Atlet-atlet Tanah Air tidak diperbolehkan tampil di Olimpiade XIV London 1948, karena kedaulatan Indonesia belum diakui dunia internasional. Bahkan, paspor Indonesia ditolak oleh Pemerintah Inggris.
Kesempatan terbuka bila para atlet bersedia bertanding dengan paspor Belanda. Namun, dengan penuh harga diri, mereka menolak dan menegaskan hanya ingin berlaga sebagai wakil Indonesia.
Sikap tegas ini mendorong Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI) untuk menggelar ajang olahraga nasional sebagai bukti bahwa Indonesia mampu berdiri sejajar di mata dunia. Dari sinilah lahir Pekan Olahraga Nasional (PON) I di Stadion Sriwedari, Solo.
Antusiasme masyarakat begitu besar. Sebanyak 600 atlet dari berbagai daerah berpartisipasi, bertanding dalam sembilan cabang olahraga dengan total 108 medali yang diperebutkan.
PON I pun menjadi tonggak sejarah, menegaskan semangat kebangsaan, persatuan, dan kemampuan bangsa muda Indonesia dalam dunia olahraga.
Haornas Ditetapkan Lewat Keppres
Empat dekade kemudian, semangat bersejarah itu diabadikan melalui Keputusan Presiden Nomor 67 Tahun 1985 yang ditandatangani Presiden Soeharto pada 9 September 1985. Keppres ini resmi menetapkan tanggal 9 September sebagai Hari Olahraga Nasional (Haornas).
Sejak saat itu, Haornas diperingati setiap tahun sebagai momentum refleksi, pembinaan, sekaligus motivasi bagi insan olahraga Indonesia untuk terus berprestasi dan menjunjung tinggi sportivitas.
Olahraga sebagai Perekat Bangsa
Tahun 2025 ini, dengan tema “Olahraga Satukan Kita”, Haornas kembali mengingatkan bahwa olahraga bukan hanya soal fisik dan prestasi, tetapi juga tentang persatuan, disiplin, dan semangat kebangsaan.
Haornas lahir dari tekad para pejuang olahraga di tengah keterbatasan, dan kini menjadi pengingat bahwa olahraga adalah bahasa universal yang menyatukan bangsa.