GILA! RAM DDR5 Naik 9x Lipat Jadi Rp17 Juta gara-gara AI, Scalper Rakus Hajar PC Builder!
Glitik - Harga RAM mendadak meledak dalam beberapa bulan terakhir, bikin konsumen PC gamer dan builder panik berat. Penyebab utama? Ledakan tren AI yang haus memori super besar. Perusahaan tech raksasa seperti data center dan AI startup belanja RAM massal dari distributor, tinggalkan stok minim untuk pasar ritel. Akibatnya, harga resmi naik tajam plus muncul scalper online yang jual overprice gila-gilaan.
Contoh paling mencolok: RAM Trident Z5 Neo RGB DDR5-6000 CL30 32GB (2x16GB). Dulu stabil di $118 (Rp1,93 juta), kini harga ritel resmi $430 (Rp7,05 juta), kenaikan 3,5 kali lipat! Lebih parah lagi, scalper di eBay berani jual $1054 (Rp17,28 juta), artinya 9 kali lipat dari harga normal 2023. Bayangin, build PC high-end tiba-tiba boros jutaan gara-gara satu komponen ini.
Belum cukup, varian monster 96GB (2x48GB) ikut kena getahnya. Saat rilis awal dibanderol $480 (Rp7,87 juta), sekarang ritel resmi $999 (Rp16,38 juta). Scalper eBay? Langsung gebuk $2660 (Rp43,58 juta), harga satu unit RAM setara motor baru! Fenomena ini mirip shortage GPU era crypto mining, tapi kali ini AI jadi biang kerok utama karena model seperti GPT butuh RAM ratusan GB untuk training.
Dampaknya merembet ke seluruh ekosistem bisnis PC. Perakit kustom seperti CyberPowerPC dan Maingear sudah umumkan kenaikan harga PC rakitan mereka, karena biaya komponen membengkak. Dell juga terdampak, sedang sesuaikan harga laptop dan server. Kabar baik datang dari Lenovo yang diklaim punya stok besar, cukup buat produksi hingga 2026, jadi sementara ini mereka tahan harga stabil.
Para pelaku usaha kecil seperti toko PC lokal dan content creator juga kena imbas. Harganya yang melonjak bikin proyek upgrade tertunda, sementara scalper untung besar dari panic buying. Para ahli prediksi kondisi ini berlanjut hingga 2026 kalau produksi chip memori tak kunjung ngebut. Solusi sementara? Cari stok lama atau tunggu harga stabil, tapi waspadai jebakan scalper di marketplace.