Gelombang Tinggi & Cuaca Ekstrem: Sumatera Barat Jadi Jantung Badai Tropis Senyar!
Glitik - Cuaca ekstrem berdampak cukup serius di Sumatera Barat hari ini, Kamis 27 November 2025, sebagai imbas langsung dari Siklon Tropis Senyar. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hujan sangat lebat mengguyur kawasan ini, disertai potensi gelombang tinggi di perairan sekitar, memicu kewaspadaan khusus bagi masyarakat dan nelayan setempat.
Menurut BMKG, pusat Siklon Tropis Senyar saat ini berada di Selatan Malaka, sebelah timur Aceh, dengan pergerakan menjauhi wilayah Indonesia dan penurunan kecepatan angin maksimal. Meski demikian, dampak cuaca ekstrem masih berpotensi di Aceh dan Sumatera Utara dengan hujan lebat bahkan ekstrem, sementara di Sumatera Barat hujan sangat lebat tercatat signifikan. Wilayah Riau juga berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat.
Potensi angin kencang masih mengancam Aceh dan Sumatera Utara, sementara gelombang tinggi antara 2,4 hingga 4 meter diperkirakan membayangi perairan Selat Malaka bagian utara, perairan Aceh, Samudra Hindia barat Aceh, hingga Kepulauan Mentawai. Nelayan dan warga pesisir diimbau waspada.
Selain itu, BMKG memberikan peringatan terkait Siklon Tropis Koto yang berkembang di Laut Filipina dan kini bergerak ke Laut Cina Selatan. Dampaknya berupa potensi hujan sedang hingga lebat di Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan Kepulauan Riau, serta gelombang tinggi di perairan Laut Natuna Utara dan Kepulauan Natuna.
Hujan dan cuaca ekstrem yang melanda Sumatera utara dan barat pada Rabu, 26 November 2025, saat Siklon Senyar landfall di Langsa, merupakan hujan terparah dibandingkan hari sebelumnya, dengan curah hujan ekstrem melebihi 150 mm dalam 24 jam di sejumlah stasiun pemantauan. Curah hujan tertinggi dilaporkan mencapai 302,2 mm di Stasiun Meteorologi Malikussaleh, Aceh Utara, dan 218 mm di Stasiun Klimatologi Sumatera Barat, Padang Pariaman.
Kota Padang dan Kualanamu juga terdampak hujan lebat signifikan, sehingga kewaspadaan warga dan upaya mitigasi bencana menjadi prioritas di tengah situasi ini.