FTSE Russell Tunda Review Indeks Indonesia: BEI Tetap Gaspol Reformasi!

FTSE Russell Tunda Review Indeks Indonesia: BEI Tetap Gaspol Reformasi!

Oleh : iTheoS

Glitik - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) merespons tegas keputusan FTSE Russell yang menunda peninjauan indeks Indonesia untuk Maret 2026. Pengelola pasar modal ini menegaskan bahwa penundaan ini tidak mengganggu komitmen reformasi pasar modal. Semua rencana dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan self-regulatory organization (SRO) tetap jalan sesuai jadwal.

Jeffrey Hendrik, Pejabat Sementara Direktur Utama BEI, menyampaikan kabar baik dari pertemuan terbaru dengan FTSE Russell.

 "Dalam pertemuan kami dengan FTSE kemarin, dapat kami sampaikan bahwa FTSE memberikan support atas rencana aksi yang sedang dilakukan oleh BEI bersama dengan OJK dan SRO," ujar Jeffrey kepada wartawan pada Selasa (10/2/2026).

Asing Net Sell Rp 326,5 Miliar, IHSG Melemah Tipis!

Penundaan review indeks Indonesia ini diumumkan FTSE Russell setelah masukan dari Komite Penasihat Eksternal. Mereka mencermati reformasi pasar modal yang diumumkan OJK dan BEI sejak akhir Januari 2026. Keputusan ini mengacu pada aturan 2.4 Exceptional Market Disruption dalam kebijakan FTSE Russell.

Aturan tersebut berlaku saat klien sulit berdagang optimal.

Penyebabnya termasuk ketidakpastian free float saham dan gangguan transaksi selama transisi reformasi. Akibatnya, FTSE Russell hentikan sementara penambahan dan penghapusan saham Indonesia di indeks globalnya.

IHSG Anjlok 7,3% Usai Pengumuman MSCI: Trading Halt Terpicu, Investor Waspada hingga Mei 2026

Penangguhan ini mencakup klasifikasi saham besar, menengah, dan kecil. Investor institusi global biasanya pakai ini untuk alokasi dana. Penyesuaian lain seperti bobot investability, jumlah saham beredar, dan right issue juga ditahan hingga reformasi lebih jelas.

Namun, tidak semua dihentikan.

Penghapusan saham akibat merger, akuisisi, suspensi, kebangkrutan, atau delisting tetap dilakukan. Distribusi dividen reguler dan khusus juga tetap diproses sesuai metodologi FTSE Russell.

FTSE Russell janji pantau terus reformasi pasar modal Indonesia. Mereka akan beri pembaruan menjelang pengumuman review kuartalan FTSE Global Equity Index Series (GEIS) Juni 2026. Pengumuman dijadwalkan Jumat, 22 Mei 2026.

Positifnya, pasar saham Indonesia bereaksi baik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,78 persen atau 62,97 poin menjadi 8.094,84 pada perdagangan Selasa pagi. IHSG dibuka di 8.031,58, sempat turun ke 8.011,13, tapi rebound ke tertinggi 8.098,29 dan stabil hijau.