Terobosan Sosial Budaya: Kunci Percepatan Pembangunan Tol Padang–Pekanbaru
Glitik - Pembangunan jalan tol dalam skala besar kerap menimbulkan tantangan teknis yang kompleks. Namun, bagi proyek strategis nasional Tol Trans Sumatera ruas Padang–Pekanbaru, kunci keberhasilannya bukan hanya sekedar urusan teknis.
Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, menegaskan bahwa pendekatan sosial dan budaya kepada masyarakat setempat merupakan terobosan baru yang mengubah paradigma pembangunan.
Menurutnya, memahami karakter dan adat istiadat masyarakat Minangkabau adalah pintu gerbang utama mempercepat proses pembebasan lahan dan pelaksanaan konstruksi jalan Tol.
"Orang Minang itu tidak sulit, asal tahu cara mendekatinya. Kalau komunikasinya benar, mereka justru akan membantu," ungkapnya dengan tegas.
Pendekatan humanis ini menempatkan masyarakat sebagai bagian yang tak terpisahkan dalam proyek, sehingga tercipta sinergi positif antara pemerintah, pelaksana proyek seperti PT Hutama Karya, serta warga lokal.
Sinergi ini diharapkan tidak hanya memperlancar pekerjaan fisik, tetapi juga membangun rasa memiliki terhadap proyek yang akan membawa dampak ekonomi dan sosial besar di wilayah Sumatera Barat dan sekitarnya.
Vasko Ruseimy sangat optimistis hasil kerja sama lintas OPD dan perusahaan pelaksana akan menghasilkan penyelesaian tahap kedua ruas tol sepanjang ratusan kilometer ini dalam waktu beberapa tahun ke depan. Komitmen dan koordinasi yang kuat menjadi kunci agar pembangunan dapat berjalan tanpa hambatan berarti.
Vice President Divisi Perencanaan PT Hutama Karya, Dhono Nugroho, mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang menurutnya membuat proyek ini semakin optimistis dapat diselesaikan sesuai target.
Proyek tol sepanjang lebih dari 255 kilometer ini melintasi segmen-segmen penting di Sumatera Barat dan menjadi keuntungan bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan pendekatan inovatif berbasis sosial budaya yang menjadi inovatif baru, harapan besar terlihat pada lancarnya pembangunan yang tidak hanya cepat secara teknis tetapi juga efektif secara sosial.
Terobosan ini membawa pelajaran berharga bahwa pembangunan infrastruktur tidak bisa lepas dari pemahaman mendalam terhadap budaya lokal. Inilah kunci nyata agar proyek nasional dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat luas.