Mengenal Tari Turug Laggai, Warisan Abad ke-17 Mentawai
Mengenal Tari Turug Laggai, Warisan Abad ke-17 Mentawai
Tarian Turug Laggai, sebuah tarian tradisional khas Kepulauan Mentawai di Provinsi Sumatera Barat, menyimpan makna mendalam dan nilai budaya yang sangat kuat. Muncul sejak abad ke-17, tarian ini menjadi salah satu warisan budaya tertua masyarakat Mentawai yang terus dilestarikan hingga kini. Sebagai wilayah kepulauan dengan kekayaan alam luar biasa, terutama biota laut dan adat istiadat unik, Mentawai menunjukkan keharmonisan antara masyarakatnya dengan alam melalui tarian ini.
Turug Laggai sendiri merupakan tarian yang menirukan gerakan hewan-hewan di sekitar lingkungan masyarakat. Gerakan ini bukan sekedar hiburan, melainkan ungkapan penghormatan kepada leluhur dan roh alam yang sangat dihormati oleh masyarakat Mentawai. Tarian ini biasanya ditampilkan dalam upacara adat untuk menyambut tamu kehormatan, menjadi simbol perdamaian, persatuan, dan kemakmuran antar suku di Mentawai. Kehadirannya dalam acara penyambutan menunjukkan rasa hormat tinggi yang diberikan oleh masyarakat serta kehausan tradisi budaya yang kaya.
Selain dimensi sosial dan spiritual, Turug Laggai juga memiliki fungsi dalam ritual pengobatan tradisional masyarakat Mentawai. Pada masa lalu, tarian ini dilakukan oleh para sikerei (dukun) pada malam hari sebagai sarana komunikasi dengan roh gaib dalam proses penyembuhan. Properti khas yang digunakan seperti manik-manik, dedaunan, dan bulu unggas, menjadi bagian penting yang memberi nilai simbolis pada tarian ini.
Secara keseluruhan, Turug Laggai tidak hanya menjadi pertunjukan seni, namun juga cermin kedalaman budaya dan nilai-nilai kearifan lokal Mentawai. Pelestarian tarian ini tidak hanya memperkuat identitas budaya, tetapi juga memperkaya kekayaan warisan budaya Indonesia, sekaligus menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin menggali lebih dalam keunikan dan keindahan budaya Mentawai. Melalui tarian ini, masyarakat Mentawai menghadirkan sebuah pesan yang kuat tentang keharmonisan antara manusia, alam, dan dunia spiritual yang patut diapresiasi dan dijaga keberlangsungannya.