Gen Z Nostalgia Digital: Dari DVD sampai PSP, Retro Bukan Sekadar Tren!

Gen Z Nostalgia Digital: Dari DVD sampai PSP, Retro Bukan Sekadar Tren!

Oleh : ekachn

Glitik - Generasi Z ( Gen Z ) kini semakin tertarik pada teknologi klasik yang membawa mereka ke masa lalu, sebagai pelarian dari hiruk-pikuk dunia daring. Data dari Amazon UK menyebutkan produk bertema retro melonjak penjualannya selama Black Friday, termasuk meja putar vinil portabel, Tamagotchi, dan kamera sekali pakai.

Pengecer seperti Currys dan John Lewis juga melaporkan lonjakan popularitas gadget retro seperti radio, kamera instan, dan jam alarm klasik.

Declan Gen Z, remaja 17 tahun, mengungkapkan bahwa nilai utama DVD bukan hanya isinya, tetapi casing fisiknya yang memberikan sensasi autentik memiliki koleksi film sendiri. Ia menyukai kepemilikan alat fisik dibandingkan layanan streaming seperti Netflix atau Disney+, karena merasa lebih bebas dan memiliki akses permanen ke koleksinya, bahkan jika langganan streaming terhenti.

Saul, Gen Z 20 tahun, mengoleksi piringan hitam sejak 2016 dan rela mengeluarkan rata-rata £35 per album vinil. Baginya, suara dari vinil terasa lebih otentik dan pengalaman meletakkan cakram secara langsung memperkaya kenikmatan mendengarkan musik. Namun, ia mengakui tren vinil mungkin tidak bertahan lama seiring harganya melambung, meski ia tetap akan mengoleksinya karena kecintaannya.

Aoibheann, Gen Z 21 tahun, lebih suka menggunakan kamera tradisional seperti kamera film Pentax SBO 105 daripada ponsel. Baginya, proses mengambil foto dengan kamera fisik memberikan makna dan keunikan tersendiri, berbeda dengan kepuasan instan menggunakan kamera ponsel. Daya tarik retro ini juga berakar pada nostalgia, karena generasi sebelumnya banyak menggunakannya.

Sedangkan Kyle, 21 tahun, menghidupkan kembali kenangan masa kecilnya dengan bermain game di PlayStation Portable (PSP), konsol genggam yang populer di Inggris pada tahun 2005. Baginya, kepuasan bermain di PSP datang dari kesederhanaan tanpa harus menghadapi pembaruan atau unduhan seperti di konsol modern. Kyle mengaku game di PSP lebih adiktif daripada game yang dimainkannya di PS5 saat ini, dan dia berencana terus memainkannya meskipun dianggap cuma tren sesaat bagi sebagian orang.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana teknologi jadul bukan hanya sekadar mode sementara, melainkan sebuah bentuk pelarian dan nostalgia yang autentik di tengah kehidupan digital masa kini.