Dana Suntik Rp 23,67 T ke Garuda: Danantara Turunkan Harga, Transformasi Terus Melaju

Dana Suntik Rp 23,67 T ke Garuda: Danantara Turunkan Harga, Transformasi Terus Melaju

Oleh : iTheoS

Glitik - Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, buka suara terkait keputusan perusahaan menyuntikkan modal sebesar Rp 23,67 triliun kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk melalui mekanisme Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau privat placement. Angka ini lebih rendah dari permintaan awal Garuda Indonesia yang mencapai US$ 1,84 miliar atau sekitar Rp 30,57 triliun (kurs Rp 16.617).

Dony menjelaskan bahwa keputusan itu berdasarkan analisa menyeluruh terkait proses turnaround dan transformasi Garuda Indonesia. “Kita tidak melihat angkanya lagi, yang penting adalah proses komprehensif transformasi yang saat ini membutuhkan sejumlah dana tersebut,” ujarnya saat ditemui di Garuda Sentra Operasi, Cengkareng.

Penambahan modal ini diberikan sebesar Rp 23 triliun sesuai hasil analisa, meliputi setoran modal tunai sebesar Rp 17,02 triliun dan konversi utang pinjaman pemegang saham senilai Rp 6,65 triliun.

Penyertaan modal dari PT Danantara Asset Management (Persero) (DAM) disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Gedung Manajemen Garuda Indonesia, Tangerang pada Rabu (12/11).

Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, menyatakan bahwa langkah strategis ini menjadi bagian penting dalam upaya penyehatan dan transformasi berkelanjutan grup Garuda Indonesia, termasuk anak usaha Citilink. Penyertaan modal ini diharapkan memperkuat struktur permodalan, meningkatkan kapasitas operasional, serta mempercepat agenda transformasi. Posisi ekuitas perusahaan secara konsolidasi diharapkan kembali menjadi positif.

Dari total dana Rp 23,67 triliun tersebut, sekitar Rp 8,7 triliun (37%) dialokasikan untuk modal kerja Garuda Indonesia, termasuk biaya pemeliharaan dan perawatan pesawat. Sisanya, Rp 14,9 triliun (63%), akan digunakan untuk menunjang operasional Citilink, dengan Rp 11,2 triliun untuk modal kerja dan Rp 3,7 triliun untuk pelunasan kewajiban pembelian bahan bakar dari Pertamina periode 2019-2021.

Penambahan modal dilakukan melalui penerbitan 315.610.920.000 lembar saham Seri D dengan harga pelaksanaan Rp 75 per lembar, sesuai keputusan RUPSLB.

Glen menegaskan, langkah ini juga bertujuan memastikan kelangsungan pencatatan saham Garuda Indonesia di Bursa Efek Indonesia serta memperkuat posisi keuangan untuk mendukung akselerasi transformasi jangka panjang.