BPBD Sumbar Matangkan Pembentukan Tim Reaksi Cepat, Libatkan Lima Unsur Pentahelix
Glitik – Guna memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana di wilayah Sumatera Barat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar tengah mematangkan pembentukan Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana tingkat provinsi. Tim ini nantinya akan menjadi garda terdepan dalam merespons setiap kejadian bencana secara cepat dan terkoordinasi lintas sektor.
Rapat pembahasan pembentukan TRC dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Sumbar, Era Sukma Munaf, di Padang. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 360/1809/BAK Tahun 2022 tentang pembentukan TRC di tingkat provinsi.
“Kita menindaklanjuti amanat Kemendagri tentang pentingnya pembentukan Tim Reaksi Cepat di setiap provinsi. Untuk Sumatera Barat, TRC akan kita bentuk dengan skema pentahelix yang melibatkan lima unsur pemangku kepentingan,” ujar Era Sukma Munaf.
Skema pentahelix ini melibatkan unsur pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media. Dengan model kolaboratif tersebut, TRC diharapkan tidak hanya mampu bergerak cepat di lapangan, tetapi juga efektif dalam koordinasi lintas sektor dan komunikasi publik saat bencana terjadi.
Era menegaskan bahwa pembentukan TRC akan segera disahkan melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur Sumatera Barat. Ia juga menyoroti pentingnya kesiapan daerah menghadapi ancaman bencana besar seperti Megathrust, yang dapat menimbulkan dampak luas terhadap kehidupan dan perekonomian masyarakat.
“Kita harus siap menghadapi segala potensi bencana, termasuk Megathrust. Upaya kita adalah memperkuat mitigasi dan mengurangi risiko korban jiwa serta kerugian ekonomi,” katanya.
Dalam waktu dekat, BPBD Sumbar akan menggelar simulasi bencana longsor dan banjir di Kota Padang pada 5 November mendatang, yang juga dirangkai dengan simulasi kesiapsiagaan tsunami. Simulasi ini diharapkan menjadi tolok ukur kesiapan masyarakat menghadapi situasi darurat.
Selanjutnya, pada 15 November, BPBD Sumbar akan meluncurkan Peta Potensi Bencana Sumatera Barat sebagai acuan dalam perencanaan mitigasi dan penguatan kapasitas daerah.
Rapat pembahasan TRC juga dihadiri unsur media sebagai bagian dari pentahelix, salah satunya Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat, Widya Navies.
“Kami akan ikut memberikan kontribusi yang dibutuhkan tim, terutama dalam hal publikasi dan penyebaran informasi kepada masyarakat,” ujar Widya Navies, yang menegaskan peran penting media dalam mendukung kesiapsiagaan bencana.
Sementara itu, Kabid Kedaruratan BPBD Sumbar, Fajar Sukma, menjelaskan bahwa TRC nantinya akan dibentuk langsung oleh Kepala BPBD, dengan tugas utama mengidentifikasi dampak bencana serta berkoordinasi dengan seluruh sektor terkait.
“Tim ini akan menjadi penggerak utama penanganan darurat, bekerja berdasarkan prinsip pentahelix agar semua pihak bergerak bersama,” jelas Fajar.
Dengan pembentukan TRC ini, BPBD Sumbar berharap respon terhadap bencana di provinsi ini dapat berjalan lebih cepat, terukur, dan berorientasi pada penyelamatan jiwa serta pengurangan risiko kerugian.