Bobibos Bahan Bakar “Bos!” Siap Dibedah BRIN: Limpa Jerami Bisa Jadi Energi Masa Depan?

Bobibos Bahan Bakar “Bos!” Siap Dibedah BRIN: Limpa Jerami Bisa Jadi Energi Masa Depan?

Oleh : iTheoS

Glitik - Inovasi bahan bakar alternatif kembali mencuri perhatian publik Indonesia, kali ini melalui Bobibos singkatan dari Bahan Bakar Original Buatan Indonesia, Bos! Berangkat dari limbah jerami pertanian yang selama ini terbengkalai, Bobibos menawarkan harapan baru sebagai solusi energi ramah lingkungan di tengah kebutuhan mendesak pengurangan ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Bobibos bukan sekadar gagasan spontan, melainkan hasil kreativitas yang menyita perhatian luas hingga viral di media sosial. Menanggapi fenomena ini, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan keseriusannya untuk menelaah lebih dalam potensi dan validitas ilmiah inovasi tersebut.

Hari Setyapraja, Peneliti Bidang Sistem Penggerak Berkelanjutan Pusat Riset Teknologi Bahan Bakar BRIN, mengungkapkan bahwa meski komunikasi langsung dengan tim Bobibos belum terjalin, pihaknya berupaya segera menjalin kontak guna menggali informasi secara menyeluruh. “Mungkin minggu ini atau awal minggu depan kami sudah bisa berdiskusi dengan pihak Bobibos,” katanya.

BRIN menempatkan riset sebagai fondasi utama dalam menilai setiap inovasi bahan bakar sebelum dipasarkan atau digunakan secara luas. Pemerintah pun telah membangun aturan ketat mengenai perizinan edar, pengawasan distribusi, dan regulasi teknis agar produk baru memenuhi standar mutu yang ketat demi keselamatan dan efektivitas.

Hari menegaskan, keterlibatan BRIN bersifat ilmiah dan strategis, khususnya dalam menilai aspek teknologi dan kualitas bahan bakar, karena produk dengan sasaran sektor transportasi akan masuk ke tangan jutaan konsumen, menuntut jaminan kualitas dan keamanan maksimal.

Peranan BRIN berbeda dengan tanggung jawab pengelolaan perizinan yang dikerjakan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Ini menegaskan bahwa inovasi dan riset ilmiah adalah langkah awal, sedangkan proses komersialisasi menjadi domain kementerian terkait.

Sebagai contoh, pengembangan biodiesel di Indonesia melibatkan kajian menyeluruh dari mulai produsen bahan baku, pembuat mesin, hingga regulator, sehingga menghasilkan bahan bakar yang memenuhi standar mutu nasional. Bobibos diharapkan mengikuti jejak tersebut.

Uniknya, Bobibos memanfaatkan jerami salah satu limbah pertanian yang melimpah dan selama ini kurang dimanfaatkan secara maksimal. Dengan pendekatan konversi teknologi yang memadai dan penilaian kelayakan ekonomi, Bobibos menjanjikan sumber energi baru yang tidak hanya ramah alam, tetapi juga efisien dan berkelanjutan.

Masyarakat menaruh harapan besar pada kerja sama antara pengembang Bobibos dan BRIN untuk membawa inovasi ini menuju tahap berikutnya, yakni uji coba, evaluasi, dan akhirnya penerapan luas di lapangan. Upaya ini mengukuhkan komitmen Indonesia menuju energi hijau dan mandiri, memanfaatkan potensi lokal yang terpaut dengan kehidupan sehari-hari dan ekonomi rakyat.

Bobibos bukan hanya inovasi, tapi juga simbol harapan baru bagaimana limbah yang biasa dianggap remeh bisa menjadi bahan bakar untuk menggerakkan masa depan Indonesia.