Bitcoin "To The Moon" Lagi! BTC Tembus $90.000 di Tengah Gejolak Dunia
Glitik - Tahun baru 2026 dimulai dengan gebrakan luar biasa di pasar kripto. Meskipun situasi geopolitik dunia sedang memanas akibat serangan Amerika Serikat (AS) ke Venezuela, Bitcoin (BTC) justru menunjukkan "ototnya".
Bukannya tumbang karena sentimen perang, si Raja Kripto ini malah melonjak tajam. Fenomena ini membuktikan bahwa Bitcoin semakin matang sebagai aset pelindung nilai (safe haven) yang didorong oleh arus masuk dana institusi melalui ETF Spot.
Ketangguhan Pasar: Likuiditas vs Geopolitik
Banyak analis sempat khawatir ketidakpastian makroekonomi akan membuat investor menarik diri. Namun, kenyataannya justru terbalik. Melansir data dari Beincrypto, pasar kripto tetap tangguh. Investor saat ini tampaknya lebih memprioritaskan tren likuiditas dan permintaan institusional yang masif dibandingkan ketakutan jangka pendek akibat konflik AS-Venezuela.
Manuver Whale: Dari Jual Jadi Borong Lagi!
Ada pergerakan menarik dari para "Paus" (Whale) atau pemilik akun besar (10.000 - 100.000 BTC). Berikut adalah rangkuman aktivitas mereka:
Fase Distribusi (29 Des - 3 Jan): Whale sempat melepas sekitar 50.000 BTC. Ini adalah langkah hati-hati saat harga tertahan di area resistance.
Fase Akumulasi (24 Jam Terakhir): Begitu Bitcoin menembus angka psikologis US$ 90.000, para whale ini langsung balik arah. Mereka memborong kembali sekitar 10.000 BTC senilai US$ 912 juta!
Aksi borong ini menjadi sinyal kuat bahwa para pemain besar sangat percaya diri dengan potensi kenaikan harga selanjutnya.
Analisis Teknikal: Jalan Menuju $100.000?
Secara teknikal, Bitcoin baru saja keluar dari pola descending wedge yang sudah mengurungnya selama enam pekan terakhir. Saat artikel ini ditulis, BTC diperdagangkan di kisaran US$ 92.000.
Berikut adalah level kunci yang perlu kamu pantau:
- Support Krusial: Bitcoin harus bertahan di atas US$ 92.031. Jika level ini aman, jalan menuju US$ 95.000 terbuka lebar.
- Rintangan EMA: Untuk konfirmasi bullish total, BTC perlu menembus EMA 50-hari (sekitar US$ 91.554) dan rintangan berat di EMA 365-hari (sekitar US$ 97.403).
- Target Utama: Jika semua rintangan tersebut berubah menjadi lantai (support), mimpi melihat Bitcoin di atas US$ 100.000 bisa segera jadi kenyataan.
- Catatan Risiko: Tetap waspada terhadap reaksi pasar global terkait aksi militer AS. Jika terjadi aksi risk-off (investor takut dan menjual aset berisiko), harga bisa terseret kembali ke bawah US$ 90.000.
FAQ: Pertanyaan Seputar Kenaikan Bitcoin 2026
Q: Mengapa Bitcoin naik saat ada ketegangan perang? A: Banyak investor mulai melihat Bitcoin sebagai "emas digital". Selain itu, arus masuk dana dari ETF Spot memberikan likuiditas yang kuat sehingga harga tetap stabil meski ada berita negatif.
Q: Apa itu pola descending wedge yang disebutkan di atas? A: Itu adalah pola grafik yang biasanya menandakan pembalikan harga ke atas (bullish reversal). Keluar dari pola ini adalah sinyal positif bagi trader.
Q: Apakah sekarang waktu yang tepat untuk beli Bitcoin? A: Secara teknikal, breakout di atas $90.000 adalah sinyal positif. Namun, selalu ingat untuk menggunakan uang dingin karena volatilitas kripto sangat tinggi.
Kesimpulan Bitcoin di awal 2026 menunjukkan performa yang solid. Dukungan institusi dan kepercayaan para whale menjadi bahan bakar utama kenaikan ini. Meski bayang-bayang geopolitik masih ada, optimisme pasar menuju angka enam digit ($100k) semakin nyata.